Breaking News:

Sholawat Nabi Muhammad SAW

6 Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW Memiliki Keutamaan Luar Biasa, Mudah Dihapal dan Dipahami

Berikut ini 6 bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW memiliki keutamaan yang luar biasa. Mudah dihapal dan dipahami untuk kehidupan

Editor: Budi Rahmat
Gambar oleh Mufid Majnun dari Pixabay
6 Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW Memiliki Keutamaan Luar Biasa, Mudah Dihapal dan Dipahami 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Banyak yang tidak mengetahui macam-macam Sholawat Nabi Muhammad SAW yang kerap dilafadzkan.

Sholawat Nabi Muhammad SAW yang memiliki keutamaan yang luar biasa. Syafaat yang baik tercurahkan bagi mereka yang mengamalkannya.

Dalam artikel ini ada 6 bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW yang memiliki keutamaan yang luar biasa.

Namun tidak banyak yang mengetahui keutamaan melafadzkan Shoilawat Nabi Muhammad SAW.

Banyak riwayat yang menceritakan perihal keutamaan melafadzkan Sholawat Nabi Muhammad SAW.

Salah satunya tentang seorang pemabuk yang mendapatkan syafaat setelah ia melafadzkan Sholawat Nabi Muhammad SAW

Lafadz Sholawat Nabi Muhammad SAW
Lafadz Sholawat Nabi Muhammad SAW (Gambar oleh matponjot dari Pixabay)

Salah seorang tokoh sufi memiliki tetangga yang pemabuk.

Kegemarannya menenggak minuman keras berada dalam taraf di luar kewajaran, melebihi batas, hingga ia tidak bisa membedakan hari, sekarang, besok atau kemarin. Ia hanyut dalam minuman keras.

Pemabuk ini berulang kali diberi nasihat oleh sang sufi agar bertobat, namun ia tidak menerimanya, ia masih tetap dengan kebiasaan mabuknya.

Yang menakjubkan adalah saat pemabuk tersebut meninggal dunia, dijumpainya oleh sang sufi dalam sebuah mimpi, ia berada dalam derajat yang luar biasa mulia, ia memakai perhiasan berwarna hijau, lambang kebesaran dan kemegahan di surga.

Baca juga: Berikut Tujuh Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW yang Mudah Dihapal, Ini Keutamaannya

Baca juga: 11 Bacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW yang Mudah Dihapal dan Dipahami untuk Kebaikan Kehidupan

Sang sufi terheran-heran, ada apa gerangan? Mengapa tetangganya yang seorang pemabuk mendapat kedudukan semulia itu.

Sang sufi bertanya: بِمَا نِلْتَ هَذِهِ الْمَرْتَبَةَ الْعَلِيَّةَ Artinya: “Dengan sebab apa engkau memperoleh derajat yang mulia ini?”

Kemudian pemabuk menjelaskan ihwal kenikmatan yang dirasakannya:

حَضَرْتُ يَوْمًا مَجْلِسَ الذِّكْرِ فَسَمِعْتُ الْعَالِمَ يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَفَعَ صَوْتَهُ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ ثُمَّ رَفَعَ الْعَالِمُ صَوْتَهُ بِالصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَفَعْتُ صَوْتِيْ وَرَفَعَ الْقَوْمُ أَصْوَاتَهُمْ فَغَفَرَ لَنَا جَمِيْعًا فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ فَكَانَ نَصِيْبِيْ مِنَ الْمَغْفِرَةِ وَالرَّحْمَةِ أَنْ جَادَ عَلَيَّ بِهَذِهِ النِّعْمَةِ.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved