Breaking News:

Junta Militer Myanmar Semakin Beringas, PBB Serukan Embargo Senjata, Rusia Dan China Gigit Jari

Pasukan tentara Myanmar tak segan-segan menembaki dan membakar rumah penduduk dengan warga di dalamnya.

Editor: Guruh Budi Wibowo
(AFP/STR)
Para tamu menyaksikan parade militer yang diadakan junta militer Myanmar untuk memperingati Hari Angkatan Bersenjata di Naypyidaw, Sabtu (27/3/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Junta militer Myanmar semakin brutal melakukan pembantaian terhadap penentang kudeta. 

Pasukan tentara Myanmar tak segan-segan menembaki dan membakar rumah penduduk dengan warga di dalamnya.

Namun, Junta militer berkilah jika pembantaian dan pembakaran rumah penduduk itu dilakukan oleh sekelompok teroris.

Dilansir dari BBC, Majelis Umum mengadopsi sebuah resolusi yang mengutuk junta militer, yang menggulingkan pemerintah terpilih negara itu pada Februari.

PBB juga menyerukan pembebasan tahanan politik, seperti pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, dan diakhirinya kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai.

Meskipun tidak mengikat secara hukum, resolusi tersebut secara politik signifikan.

"Risiko perang saudara skala besar adalah nyata," kata utusan khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, kepada Majelis Umum.

"Waktu sangat penting. Kesempatan untuk membalikkan pengambilalihan militer semakin menyempit."

Embargo itu didukung oleh 119 negara, dengan Belarus satu-satunya yang memilih menentangnya.

36 negara lainnya abstain, termasuk Rusia dan China - dua pemasok senjata terbesar militer Myanmar.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved