Breaking News:

Disiksa & Dipaksa Ikuti Gaya di Film Panas oleh Suami Sebelum Berhubungan, Wanita Ini Pilih Cerai

Sang istri kerap mendapatkan pemaksaan dan penyiksaan sebelum berhubungan intim dengan sang suami.

Editor: Sesri
freepik.com
Ilustrasi: istri minta cerai karena tidak tahan dengan kekerasan seksual dalam rumah tangga yang dilakukan suami 

Hal itu karena pelaku atau suami ketika akan melakukan hubungan seksual dengan korban melakukan pemaksaan dan penyiksaan terhadap korban.

Caranya dengan meminta korban menonton film porno dan mengikuti setiap gaya di dalam film tersebut.

Tak sampai di situ, pelaku pernah mengikat tangan korban dan merobek-robek pakaian korban sebelum pelaku akan melakukan hubungan seksual dengan korban.

"Akibat dari perbuatan dengan pelaku tersebut menyebabkan korban mengalami depresi dan kerusakan pada bagian vagina korban," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (19/6/2021).

Dia melanjutkan, dalam proses pelaporan ke kepolisian oleh pihak polisi meminta ada saksi yang harus melihat saat pelaku melakukan pemerkosaan terhadap korban.

Hal tersebut membuat korban semakin depresi karena merasa hal yang diceritakan korban oleh kepolisian diragukan.

"Sehingga korban tidak melanjutkan pelaporan korban dan memilih untuk mengajukan gugatan cerai," ujarnya.

Merujuk kasus itu, lanjut dia, Kasus kekerasan seksual dalam rumah tangga telah diatur didalam Pasal 8 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Yang merupakan tindak pidana atau kejahatan sebagai delik aduan tertuang Pasal 53 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.

Harapannya aparat penegak hukum khususnya kepolisian yang menjadi garda terdepan awal pengaduan korban terhadap kekerasan seksual yang dialami korban wajib segera memberikan pencegahan terhadap tindak pidana yang dialami korban.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved