Breaking News:

Hanya Kejar Target, Manajemen Pelaksanaan Vaksinasi di Riau Dinilai Kurang Bagus, Ini Kata Kadiskes

Hanya kejar target, manajemen pelaksanaan vaksinasi di Riau dinilai kurang bagus, ini kata kadiskes

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Nurul Qomariah
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Hanya Kejar Target, Manajemen Pelaksanaan Vaksinasi di Riau Dinilai Kurang Bagus, Ini Kata Kadiskes. Foto: Warga menerima suntikan pada saat vaksinasi Covid-19 di Vaksin Center Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Hanya kejar target, manajemen pelaksanaan vaksinasi di Riau dinilai kurang bagus, ini kata kadiskes.

Amburadulnya pelaksanaan vaksinasi di kabupaten kota di Riau mendapat sorotan dari Pemprov Riau.

Sebab ada daerah di Riau yang hanya mengejar target vaksinasi tanpa mempertimbangkan ketersediaan vaksin untuk vaksin dosis kedua.

Sehingga, terjadi ketimpangan realisasi pelaksanaan vaksinasi antara dosis pertama dan kedua.

Terbukti, dari data dinas kesehatan provinsi Riau, tercatat untuk kelompok petugas pelayanan publik misalnya, dosis pertama sudah melebihi targat, yakni 144 persen atau sebanyak 505.486 orang dari target 349.418 orang.

Sementara di sisi lain, untuk dosis kedua baru 54 persen atau sebanyak 191.550 orang dari target sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Minggu (20/6/2021) menegaskan, pemerintah daerah jangan hanya mengejar target vaksinasi saja.

Namun juga harus memiliki data dan manajemen yang bagus, karena antara vaksin dosis pertama dan kedua sudah diatur jarak waktunya.

Sehingga, harus dipastikan stok vaksin untuk dosis pertama dan kedua sudah tercukupi dan aman.

"Kalau stok vaksin sudah menipis, segera laporkan ke dinas kesehatan provinsi," ujarnya.

" Dengan dasar itu, kami baru akan mengajukan tambahan dosis kepada pemerintah pusat, karena perlu waktu juga untuk meminta vaksin," katanya.

Mimi mengingatkan pemerintah kabupaten/kota di Riau untuk memanajemen penggunaan vaksin dengan baik.

Hal tersebut dikarenakan ada pelaksanaan vaksin dosis kedua yang tertunda akibat daerah kehabisan stok vaksin.

"Seharusnya didata dan dimanajemen dengan bagus, kalau sudah vaksin pertama harusnya disiapkan untuk dosis kedua," katanya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved