Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Orangtua Siswa Minta Belajar Tatap Muka Direalisasikan, Begini Harapan DPRD Pekanbaru ke Disdik

Orangtua siswa minta belajar tatap muka direalisasikan, begini harapan DPRD Pekanbaru ke Disdik

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Fernando Sikumbang
FOTO ILUSTRASI - Sejumlah peserta didik meninggalkan SMPN 23 Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu. Saat ini seluruh SMP negeri di Kota Pekanbaru sudah belajar tatap muka secara terbatas. Orangtua siswa minta belajar tatap muka direalisasikan, begini harapan DPRD Pekanbaru ke Disdik 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Orangtua siswa minta belajar tatap muka direalisasikan, begini harapan DPRD Pekanbaru ke Disdik

Para orangtua siswa di Kota Pekanbaru, kini mengaku kewalahan membimbing anaknya, dengan sistem pembelajaran online atau belajar di rumah.

Sehingga sudah saatnya belajar tatap muka bagi siswa, terutama SD bisa segera dilaksanakan. Dalam rencana Mendikbud Ristek tersebut, pada Juli nanti pelajar sekolah tatap muka lagi, dengan beberapa ketentuan.

Formatnya yakni, maksimal dua kali seminggu, siswa yang hadir 25 persen dari kapasitas, dan maksimal 2 jam pertemuannya.

Formasi ini sempat menuai kritik dan saran dari berbagai kalangan. Namun apapun itu, para wali murid sangat ingin sekolah tatap muka, meski harus menjalankan beberapa syarat.

"Memang ada pro dan kontra. Tapi perlu disadari, belajar secara online tidak efektif bagi anak kami. Waktu anaknya lebih sering bermain daripada belajar," kata Lestari, wali murid salah satu SDN di Kecamatan Bina Widya, Pekanbaru Kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu (20/6/2021).

"Lagi pula bisa kami pastikan, anak-anak juga sudah pada paham jaga diri dan menerapkan protokol kesehatan," tambah Ibu dua anak ini serius.

Para orangtua menilai kegiatan belajar di rumah, tidak bisa fokus. Selain itu, banyak materi pelajaran yang tidak terserap. Apalagi anak-anak di rumah, lebih sering bermain (game HP), dibandingkan belajar.

“Kemampuan anak-anak beda, tapi saya yakin anak-anak sudah rindu sekolah. Karena mereka bisa lebih fokus dan jelas kalau belajar secara tatap muka. Yang paling membebani lagi biaya untuk beli kuota internet. Kami harapkan pemerintah lebih peduli pendidikan ini," tambah Eli, wali murid lainnya.

Terkait harapan para orangtua ini, Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain SE MSi merespon positif. Katanya, harapan para orangtua tersebut sangat wajar.

Sebab, karena pandemi, siswa siswi yang masuk sekolah tahun 2020 lalu, belum merasakan bagaimana proses belajar mengajar di sekolah.

"Memang melihat kondisi sekarang, agak dilema. Di satu sisi pendidikan wajib, belajar daring tak maksimal. Di sisi lain, Kota Pekanbaru hingga kini ada beberapa kelurahan masih zona merah," tegas Zulkarnain.

Meski demikian, dirinya mengharapkan agar pada Juli nanti, situasi pandemi di Kota Pekanbaru sudah landai. Sehingga apa yang diharapkan wali murid, terkabul.

"Kita percaya Disdik sudah punya planning terkait hal ini. Tapi kita minta Disdik merumuskannya (rencana tatap muka berpedoman dari Mendikbud Ristek) dengan cermat," pintanya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi). 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved