Breaking News:

Senin,Bupati Kuansing Diperiksa Kejati Riau,Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Jaksa,Apa Saja Agendanya?

Senin, Bupati Kuansing diperiksa Kejati Riau terkait kasus dugaan pemerasan oleh oknum jaksa. Apa saja agendanya? Ini penjelasan penasihat hukum

istimewa
Senin,Bupati Kuansing Diperiksa Kejati Riau,Kasus Dugaan Pemerasan Oknum Jaksa,Apa Saja Agendanya? Foto: Bupati Kuansing, Andi Putra saat mendatangi Kantor Kejati Riau, Jumat siang (18/6/2021). 

Saat itu Almadi dikantor kejaksaan.

"Deadline uang Rp 400 Juta itu paling lama 22 Juni ini. Hari Selasa ini," katanya.

Hendra AP melaporkan Kajari Hadiman ke Kejati Riau bersama Bupati Kuansing, Andi Putra.

Sang bupati juga melaporkan kasus pemerasan yang dilakukan Kajari Hadiman.

Permintaan sejumlah uang terhadap Hendra AP tersebut terkait kasus yang melilitnya.

Hendra AP memang terlilit kasus dugaan penyelewengan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) di BPKAD Kuansing tahun 2019.

Risky menceritakan permintaan sejumlah uang tersebut terjadi pada Januari 2021 lalu. Kala itu, Kejari Kuansing sudah mengusut kasus tersebut.

"Lewat perantara. Ada pihak yang menyampaikan," katanya.

Bila permintaan tersebut dipenuhi, maka kasus yang melilit Hendra AP akan dihentikan. "Kalau dipenuhi, dihentikan," katanya.

Informasi yang diperoleh Tribunpekanbaru.com, permintaan duit ke Hendra AP nilainya Rp 3 miliar.

Kajari Kuansing Hadiman SH, MH pun mengakui besaran tudingan tersebut.

Namun kenyataannya, kasus yang melilit Hendra AP terua bergulir. Ia ditetapkan tersangka pada 10 Maret. Pada 25 Merat, ia ditahan.

Hendra AP pun melawan. Ia mengajukan praperadilan atas status tersangka dan penahanannya ke Pengadilan Negeri Teluk Kuantan.

Pada 5 April, Hendra AP menang atas praperadilan. Status tersangka lepas dan ia bebas dari penahanan.

Kajari Bantah Tudingan

Kajari Kuansing Hadiman, SH, MH membantah tudingan tersebut. Hal yang sama dikatakan Kasi Pidsus Kejari Kuansing, Imam Hidayat, SH, MH.

"Bahwa apa yang dilaporkan Andi Putra dan Hendra AP adalah sepertinya sebuah kepanikan dengan cara ingin membunuh Karakter saya sebagai Kajari Kuansing," kata Hadiman,Jumat malam (18/6/2021) kepada Tribunpekanbaru.com .

"Sama seperti yang disampaikan pimpinan saya. Tidak benar (pemerasan)," kata Imam Hidayat, Minggu (20/6/2021). pada Tribunpekanbaru.com,

( Tribunpekanbaru.com / Palti Siahaan )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved