Breaking News:

Video Berita

Video: Floorball Riau Mendapat Kehormatan Mewakili Indonesia di Kompetisi Winter Game 2022 Rusia

Riau mendapat kehormatan dan ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam pertandingan Special Olympic Internasional Winter Game 2022 Cabor Floorball.

Penulis: Alex | Editor: aidil wardi

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Minggu (20/6/2021) ini merupakan hari terakhir dilaksanakan Choacing Clinic dan Pekan Bersama Atlet Floorball Special Olympic Indonesia Provinsi Riau, yang dilaksanakan di GOR Tribuana, Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Ketua Social Olympic Indonesia (SOIna) Provinsi Riau, Novilia mengatakan, pihaknya senang berkesempatan mendapatkan persiapan atlet special olympic untuk cabang Floorball.

Dikatakannya, Provinsi Riau mendapat kehormatan dan ditunjuk untuk mewakili Indonesia dalam pertandingan special olympic internasional Winter Game.

Special Olympic Internasional Winter Game akan dilaksanakan pada tahun 2022 di Rusia.

"Momen ini merupakan seleksi atlet sekaligus dalam rangka memperkenalkan cabor baru di spesial olimpic di indonesia, yang akan dipertandingkan nantinya di internasional dan akan diikuti oleh 170 negara nantinya," kata Novilia kepada Tribun, disela-sela kegiatan.

Untuk saat ini agenda ini dikhususkan bagi atlet puteri, dibatasi karena pandemi Covid-19. "Nantinya juga akan melibatkan atlet putera, tapi saat ini dibatasi puteri dulu, karena dalam suasana pandemi Covid-19, dan kita juga terbatas untuk melaksanakan kegiatan," ulasnya.

Sementara itu, pelatih yang juga merupakan Sekretaris SOIna Riau, Adi Romadona mengatakan, atlet yang ikut serta saat ini merupakan para pemula di cabor ini, yang berasal dari atlet cabor lainnya sebelumnya yang sudah dibina pihaknya.

"Dari 24 prang sebelumnya, saat ini tinggal 22 atlet, nantinya kita memilih 8 orang atlet. Sebelumnya para atlet sudah latihan di daerah masing-masing, kemudian melalui momen ini dipertemukan semua di sini untuk mengikuti seleksi," ujarnya.

Ia juga mengatakan, para atlet yang ikut serta seleksi ini merupakan penyandang disabilitas intelektual yang memiliki IQ dibawah 70.

Sekilas memang mereka tampak tidak berbeda, hanya saja ketika berinteraksi dan komunikasi, mereka memiliki keterbatasan.

"Kita juga datangkan pelatih dari Surabaya dan Semarang, semoga nantinya berjalan dengan lancar dan membuahkan hasil yang kita harapkan bersama," tuturnya. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved