Breaking News:

Gadis Prancis Yang Hina Islam Dan Sebut Al Quran Hanya Berisi Kebencian Dianggap Sebagai Pahlawan

Remaja, yang hanya dikenal sebagai Mila, memicu kemarahan dengan komentar provokatifnya tentang agama yang sejak ia berusia 16 tahun.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Capture Daily Mail
Gadis Prancis penghina Islam 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gadis Prancis berusia 18 tahun membuat geram umat muslim di seluruh dunia. 

Gadis muda bernama Mila itu membuat buku yang menghina Islam dengan dalih membela kebebasan berbicara.

Remaja, yang hanya dikenal sebagai Mila, memicu kemarahan dengan komentar provokatifnya tentang agama yang sejak ia berusia 16 tahun.

Dia ditempatkan di bawah perlindungan polisi bersama keluarganya dan dipaksa pindah sekolah setelah mengalami pelecehan setelah dia memposting video online yang mengatakan: 'Al-Qur'an tidak berisi apa-apa selain kebencian, Islam adalah agama yang ***."

Tapi Mila, yang menolak untuk mundur atas pernyataannya, sekarang mengatakan bahwa dia tidak menginginkan apa pun selain kehidupan normal.

Dilansir dari Daily Mail, Mila mengatakan dia telah menerima lebih dari 100.000 pesan kebencian dan buku barunya, berjudul I Am the Price of Your Freedom, melanjutkan pesan provokatifnya.

Dia menulis: 'Jika saya diserang maka saya akan membela diri.'

'Kami tidak lagi memiliki hak untuk mengejek, mengkritik atau menghina agama, bahkan ketika mereka tidak toleran, seksis atau homofobia.'

Kehebohan meletus pada Januari 2020, ketika Mila, 16 tahun, yang menggambarkan dirinya sebagai panseksual, yang berarti dia tertarik pada orang-orang dari semua jenis kelamin.

"Saya hanya menjawab bahwa orang Arab dan kulit hitam bukan tipe saya dan mereka tidak menarik saya secara fisik," katanya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved