Breaking News:

Komnas Perlindungan Anak Bengkalis Soroti Kasus Kematian Bocah yang Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan

Komnas Perlindungan Anak Bengkalis menyoroti kasus Riswandi (12) bocah kelas V SD yang ditemukan tewas di pinggir jalan.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: Ariestia
Ist
Kondisi sajad korban saat ditemukan di pinggir jalan sekitar kebun warga desa Sungai Batang, Kamis (17/6/2021) pagi. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Komnas Perlindungan Anak Bengkalis menyoroti kasus Riswandi (12) bocah kelas V SD yang ditemukan tewas dalam keadaan mengenaskan di pinggir jalan menuju kebun di desa Sungai Batang Kecamatan Bengkalis Kamis pekan lalu.

Pihak Komnas Perlindungan Anak bahkan sampai turun melihat kondisi keluarga korban, Senin (21/6/2021) pagi kemarin.

Ketua Komnas Perlindungan anak Bengkalis Muhammad Isnaini mengatakan, saat mereka kunjungi kondisi keluarga terlihat menyisakan sisi traumatik atas kejadian ini.

Terutama pada ibu dan kakak korban yang berumur 14 tahun terlihat cukup drop.

"Apalagi si kakak ini tidak sekolah, kita kemarin sampaikan kepada pihak keluarga agar kakak korban bisa kembali sekolah. Karena jika tidak ada efek efek lain terhadap psikis dia ke depannya karena kondisi ini," terang Isnaini.

Selain itu tim Komnas Perlindungan Anak Bengkalis juga sudah meninggal tim di sana untuk berkoordinasi dengan keluarga agar kakak korban untuk kembali sekolah.

Pihaknya sudah sampaikan anjuran ini kepada pihak pemerintah Desa untuk membantu membujuk kakak korban kembali sekolah.

"Karena bagaimanapun kakak korban pasti punya traumatik terhadap apa yang dialami adiknya meninggal dengan kondisi mengenaskan seperti ini," tambahnya.

Ketua Komnas Perlindungan Anak Bengkalis Muhammad Isnaini
Ketua Komnas Perlindungan Anak Bengkalis Muhammad Isnaini (Istimewa)

Sementara itu kondisi jasad Riswandi yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan, menurut Ketua Komnas Perlindungan Anak Bengkalis kondisi ini biasanya ada kaitannya dengan perbuatan kekerasan seksual terhadap korban.

"Biasanya kondisi kekerasan sampai seperti dialami oleh Riswadi ada hubungannya dengan kekerasan seksual, untuk itu saat berada di Desa Ketam Putih kemarin kami sampaikan kepada masyarakat di sana pertanyakan apakah di daerah tersebut ada orang orang yang memiliki kelainan seksual seperti atau lainnya ini perlu diwaspadai," ungkap Isnaini.

Menurut dia, memang sampai hari ini polisi belum merilis bagaimana perkembangan penyelidikan mereka.

Tetapi dugaan Komnas Perlindungan Anak ada kemungkinan ke arah sana.

"Untuk itu kita tunggu saja penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian. Terkait kecurigaan ini, sudah di sampaikan kepada Kepolisian," tandasnya. (Tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Berita Bengkalis

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved