Breaking News:

Indera Penciuman Hilang? Berapa Lama Anosmia Akibat Positif Covid-19?

Anosmia menjadi salah satu gejala terkuat pasien Covid-19 dibanding gejala lain, seperti demam dan batuk.

Editor: Firmauli Sihaloho
Pexels
Illustrasi Anosmia: Kehilangan Indera Penciuman 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Gejala yang paling banyak dirasakan oleh pasien Covid-19 ialah kehilangan indera penciuman.

Secara medis, kehilangan penciuman disebut Anosmia.

Anosmia berarti kondisi dimana kehilangan penciuman sementara.

Anosmia menjadi salah satu gejala terkuat pasien Covid-19 dibanding gejala lain, seperti demam dan batuk.

Hal tersebut sebagaimana laporan yang dilansir dari Healthline.

Tidak hanya itu, beberapa pasien Covid-19 melaporkan dirinya tidak bisa mencium bau dan merasakan gangguan pada indera perasa.

Lantas, berapa lama indera penciuman pasien Covid-19 kembali sehat dan normal?

Baca juga: Ngotot Ingin Bersanding, Calon Pengantin Pria Di Pekanbaru Yang Positif Covid-19 Dikejar Polisi

Baca juga: Covid-19 Mengganas, Sepuluh Orang Tewas Setiap Hari Di Daerah Ini

Meski terdengar sepele, namun anosmia atau kehilangan penciuman bisa mengurangi kualitas hidup seseorang.

Kondisi ini juga bisa menyebabkan seseorang dengan anosmia berisiko mengalami masalah lain. Misalnya, bayangkan tidak bisa mencium gas yang bocor di rumah atau tidak bisa mengecap makanan.

Padahal, spesialis penyakit dalam dan penyakit menular dari New York-Presbyterian Medical Group Westchester, Dr David Goldberg mengatakan, indera penciuman dan perasa sangat berkaitan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved