Breaking News:

PPKM Mikro di Riau Diperpanjang, Wagubri Edy Natar Nasution Sampaikan Pesan Ini

Perpanjangan PPKM Mikro dimulai pada Selasa Wagubri Edy Natar Nasution juga meminta hal ini kepada para bupati dan walikota

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
tribunpekanbaru/syaiful
Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution. Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution mengatakan pemerintah terus berupaya menekan angka penularan Covid-19 baik secara nasional maupun di daerah provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Perpanjangan PPKM Mikro dimulai pada Selasa, Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution mengatakan pemerintah terus berupaya menekan angka penularan Covid-19 baik secara nasional maupun di daerah provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia.

Mantan Komandan Korem 031 Wirabima menyebut, perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dimulai pada Selasa, 22 Juni - 5 Juli 2021 harus dilaksanakan dengan adanya kesamaan.

"Apa yang sudah kita lakukan ini, harus sadar ada kesamaan cara pandang, kesamaan cara tindak, terhadap kelanjutan dari penangan Covid-19 di Provinsi Riau," kata Wagubri Edy, Selasa, (22/06/2021).

Wagubri meminta kepada para bupati dan walikota agar dapat bergerak secara bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayahnya masing-masing.

Wagubri menegaskan bahwa PPKM Mikro ini efektif untuk menekan penurunan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

"Hasil yang sudah kita dapatkan selama ini cukup terasa. Apalagi dengan adanya kebersamaan provinsi, kabupaten, dan semua unsur terkait," ujar Wagubri.

Dia pun mengingatkan dan mengajak agar masyarakat betul-betul melaksanakan serta menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan Disiplin.

"Oleh karena itu, apa yang kita lakukan hari ini dengan perpanjangan (PPKM Mikro) itu kita harapkan bisa dimaknai dengan baik," ungkapnya.

Pihaknya mengimbau bagi masyarakat yang tidak begitu penting untuk keluar Provinsi Riau agar dapat mengikuti acara maupun kegiatan secara virtual.

"Harapkan kita kalau memang tidak betul-betul memiliki kepentingan yang urgen, dan bisa dilaksanakan secara virtual tidak perlu kita keluar dari Provinsi Riau," katanya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved