Breaking News:

Tanpa Sepengetahuan KUD Tunas Muda, Kades Dayun Terbitkan SKGR Pengganti di Lahan Seluas 122 Ha

Hasmar, mantan kepala desa Dayun dan mantan angota DPRD Siak terseret dalam kasus penipuan lahan KUD Tunas Muda Dayun, Kabupaten Siak

Penulis: Mayonal Putra | Editor: rinalsagita
tribunpekanbaru.com
Anggota koperasi KUD Tunas Muda, Waluyo (kanan) menunjukkan bukti tandatangannya dipalsukan oleh pihak terdakwa Mawardi dan Darsino ke majlis hakim pada sidang perkara penipuan jual beli lahan antar KUD, Rabu (23/6/2021) di PN Siak. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Perkara penipuan jual beli lahan antara KUD Tunas Muda, Dayun dengan KUD Sialang Makmur kabupaten Pelalawan, menyeret nama Hasmar, mantan kepala desa Dayun dan mantan angota DPRD Siak, Provinsi Riau

Sebab Hasmar yang menjabat Kepala Desa Dayun pada 2012 menerbitkan ulang SKGR dengan nama -nama anggota KUD Sialang Makmur tanpa sepengetahuan pemilik awal yakni KUD Tunas Muda.

Hal tersebut terungkap saat Kerani Kampung Dayun (Sekdes) Narto dihadirkan JPU sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara tersebut, Rabu (23/6/2021) di Pengadilan Negeri (PN) Siak Sri Indrapura.

Narto memberikan keterangan dalam kapasitasnya sebagai Kaur Pemerintahan Desa Dayun pada 2012 lalu.

“Saya meregistrasi permohonan SKGR atas perintah Kepala Desa, Pak Hasmar pada 2012 dengan alasan SKGR hilang, tapi tidak melampirkan surat keterangan hilangnya,” kata Narto menjawab pertanyaan JPU Maria Pricilia dalam sidang tersebut.

Baca juga: VIDEO: Hakim Tolak Eksepsinya, Begini Reaksi PH Terdakwa Kasus Penyerobotan Lahan KUD di Siak

Baca juga: VIDEO: PH Pengurus KUD Asal Pelalawan Minta Majlis Hakim Bebaskan Terdakwa, Ini Jawaban Jaksa

Narto mengatakan bahwa ia dua kali meregistrasi permohonan itu. Ia juga mengaku pada saat registrasi perhomohan SKGR lahan seluas 122 Ha yang dimiliki 61 orang tersebut hanya tinggal mengisi nomor saja.

Terkait batas -batas lahan tidak diketahuinya termasuk pihak yang mengajukan permohoan.

“Hanya Pak Hasmar bilang waktu itu permohonan registrasi SKGR pengganti itu dari Anton (almarhum). Anton ini sekretaris pada KUD Tunas Muda desa Teluk Merbau, kecamatan Dayun. Tapi saya tidak pernah bertemu dengan Anton ini,” kata Narto.

Menurut Narto tugasnya hanya sejauh itu. Ia tidak mengetahui lagi fisik SKGR pengganti yang diterbitkan kepala desanya untuk pihak KUD Sialang Makmur.

Bahkan dalam persidangan itu terungkap Narto sendiri tidak tahu adanya lahan yang diperjualbelikan di kampung Dayun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved