Breaking News:

Ternyata Gadis Prancis Penghina Islam Tidak Suka Dengan Semua Agama, Namun Selalu Islam Jadi Sasaran

Persidangan berfokus pada komentar sebagai tanggapan atas video TikTok oleh Mila pada bulan November yang mengkritik Islam.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Capture Daily Mail
Gadis Prancis penghina Islam 

Beberapa Muslim Prancis merasa bahwa negara mereka, dan pemerintahan Presiden Emmanuel Macron, secara tidak adil menstigmatisasi praktik keagamaan mereka.

Video online Mila menghidupkan kembali kekhawatiran itu dan memecah belah masyarakat Prancis.

Sementara ancaman terhadapnya dikutuk secara luas, mantan Presiden Sosialis Francois Hollande termasuk di antara mereka yang berpendapat bahwa meskipun dia memiliki hak untuk mengkritik agama, "dia tidak boleh terlibat dalam pidato kebencian tentang mereka yang mempraktikkan agama mereka."

Sementara pengacara pembela Richard Malka berpendapat bahwa menghina dewa atau agama dan manusia bukanlah hal yang sama.

Kebebasan berekspresi dianggap sebagai hak fundamental dan penistaan ‚Äč‚Äčagama bukanlah kejahatan di Prancis.

Pengacaranya, Richard Malka, mengatakan Mila telah menerima sekitar 100.000 pesan ancaman, termasuk ancaman pembunuhan, ancaman pemerkosaan, pesan misoginis dan pesan kebencian tentang homoseksualitasnya.

Mila harus berhenti dari sekolah menengahnya, lalu yang lain.

Dia sekarang dipantau setiap hari oleh polisi untuk keselamatannya.

"Anda memiliki kekuatan untuk menghentikan hukuman mati tanpa pengadilan digital ini," kata pengacara Mila, Richard Malka kepada hakim.

"Takut akan hukum adalah satu-satunya yang tersisa." ujarnya.

Mila tetap aktif di jejaring sosial.

"Saya memiliki kebutuhan untuk menunjukkan bahwa saya tidak akan mengubah siapa saya dan apa yang saya pikirkan," katanya.

"Saya melihatnya seperti seorang wanita yang diperkosa di jalan dan diminta untuk tidak keluar agar tidak terjadi lagi." ujar Malka.

(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved