Breaking News:

Kades Tersangka Korupsi, Polres Pelalawan Limpahkan Berkas Kasus Tipikor Dana Desa Merbau ke Jaksa

Satuan Reskrim Polres Pelalawan melimpahkan berkas perkara dugaan Tipikor Dana Desa Merbau

Penulis: johanes | Editor: Ariestia
Istimewa
Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP Nardi Masri Marbun SH MH. Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan melimpahkan berkas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dana Desa Merbau Kecamatan Bunut tahun 2018 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan melimpahkan berkas perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dana Desa Merbau Kecamatan Bunut tahun 2018 ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan.

Penanganan kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) Merbau telah bergulir di Unit Tipikor Satreskrim Polres Pelalawan, mulai dari proses penyelidikan hingga ditingkatkan ke penyidikan.

Selanjutnya penyidik menetapkan Kepala Desa (Kades) Merbau EM sebagai tersangka dalam rasuah ini. Penegak hukum juga menemukan kerugian negara sebesar Rp 600 juta lebih pada DD tahun 2018 Desa Merbau.

"Kita sudah melimpahkan berkas kepada Jaksa Penuntut Umum Kejari Pelalawan untuk diteliti,* terang Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko SIK melalui Kasat Reskrim AKP Nardy Masry Marbun SH MH, kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (25/06/2021).

Kasat Nardy Masry menyebutkan, berkas perkara Tipikor tersebut akan diteliti Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk diperiksa kelengkapannya. Penyidik tinggal menunggu petunjuk dari JPU dalam menyempurnakan berkas perkara.

Penyidik telah memeriksa belasan saksi dalam perkara ini yakni orang-orang yang dianggap penting dan mengetahui dugaan rasuah dalam pengelolaan DD di Desa Merbau. Termasuk Kades EM juga telah diperiksa sebagai tersangka dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Sekarang sedang diteliti kejaksaan berkasnya. Kita menunggu petunjuk dari mereka," tambah Kasat Nardy Marbun.

Diberitakan sebelumnya, kades yang tersandung perkara korupsi di Pelalawan kembali bertambah setelah ditetapkannya Kades Merbau EM sebagai tersangka beberapa waktu lalu oleh Tipikor Polres Pelalawan.

Ia diduga merugikan negara dalam pengelolaan Dana Desa (DD) Merbau pada tahun 2018. Kasus rasuah ini ditangani Unit Tipikor Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan.

Dalam proses penyidikan Unit Tipikor Polres Pelalawan menemukan kerugian negara dalam penggunaan DD tahun 2018 mencapai Rp 600 juta lebih.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved