Breaking News:

Nomor Darurat Dijadikan Mainan, Murid SD dan SMP Berurusan dengan Polisi

Kerap bikin prank call center 110, anak SD dan SMP dibawa ke kantor polisi bersama dengan orangtuanya mereka. Polisi beri efek jera

Editor: Budi Rahmat
Via Kompas.com
Kapolres Luwu Timur AKBP Indratmoko saat memberikan arahan kepada pelaku prank call center di ruang Call Center Polres Luwu Timur, Kamis (24/6/2021) sore.() 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Prank call center 110 yang dilakukan anak-anak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) ini berakhir di kantor polisi.

Merek adijemput bersama dengan orangtunya masing-masing.

Polisi memberikan pelajaran agar anak-anak tersebut tidak lagi melakukan prank tersebut.

Efek jera diberikan dnegan menghadirkan orangtua masing-masing.

Baca juga: Video Viral, Anak Prank Ibunya di Kampung Jadi Kurir Paket, Begini Endingnya

Baca juga: Kena Prank Deh Lu, Terlanjur Rampas Kalung Dorong Korban hingga Terjungkal, Ternyata Emasnya Palsu

Anak-anak terebut kemudian diberikan pemahaman bahwa nomor call center 110 tersebut adalah nomor penting untuk kondisin darurat.

Para orangtua juga diberikan pemahakan terkiat aksi anak-anak mereka tersebut

Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Sat Reskrim Polres) Luwu Timur, Sulawesi Selatan, menangkap 10  pelajar yang diduga kerap melakukan aksi prank terhadap call center 110.

Kapolres Luwu Timur AKBP Indratmoko mengatakan, anak-anak yang ditangkap merupakan pelajar sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Mereka dibawa ke Markas Polres Luwu Timur bersama orangtuanya pada Rabu (23/6/2021) sore.

Satu unit ponsel yang digunakan sekelompok pelajar ini untuk berulah juga ikut diamankan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved