Breaking News:

TEGAS, Junta Militer Peringatkan Beberapa Negara Tak Ikut Campur Kedaulatan Myanmar

Gawat, Myanmar sebut beberapa negara berusaha ikut campur soal kedaulatan mereka. Tegas Junta Militer sebut mereka tegakkan HAM dan demokrasi

Editor: Budi Rahmat
(AFP/STR)
Para tamu menyaksikan parade militer yang diadakan junta militer Myanmar untuk memperingati Hari Angkatan Bersenjata di Naypyidaw, Sabtu (27/3/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM- Berdalih atas nama hak azazi manusia dan dan atas nama demokarasi, militer Myanmar mengkritik keras terkait dengan negara-negara yang berusaha mempengaruhi sitem negara mereka.

Myanmar kemudian membidik beberapa negara ayang dinilainya telah berupaya mencampuri urursan dalam negara Myanmar itu sendiri.

Bahkan secara tegas Pemimpin junta militer Myanmar menyampaikan hal tersebut.

Mereka menolak kritikan dari negara lain yang dinilai berusaha ikut campur dan berusaha mempengaruhi.

Baca juga: Junta Militer Myanmar Semakin Beringas, PBB Serukan Embargo Senjata, Rusia Dan China Gigit Jari

Baca juga: Myanmar Mencekam, Faksi Bersenjata Bentuk Pasukan Pertahanan Rakyat Untuk Lindungi Warga Dari Junta

Karenannya Myamnar mengingatkan negara yang ikut campur itu untuk tidak masuk terlalu dalam pada kedaulatan negara Myanmar.

Junta Militer menolak kritik dari negara lain yang "ingin mencampuri urusan dalam negeri negara berdaulat dengan dalih demokrasi dan hak asasi manusia."

Min Aung Hlaing, Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar __ Militer Myanmar Dulu Tega Membantai Muslim Rohingya, Kini Mendekatinya Setelah Lakukan Kudeta
Min Aung Hlaing, Panglima Angkatan Bersenjata Myanmar __ Militer Myanmar Dulu Tega Membantai Muslim Rohingya, Kini Mendekatinya Setelah Lakukan Kudeta (Foto: AsiaNews)

Hal itu disampaikan Jendral Senior Myanmar, Min Aung Hlaing, saat menghadiri konferensi IX Moskwa tentang Keamanan Internasional di Moskwa pada 23 Juni 2021.

"Beberapa negara terus-menerus berusaha mempengaruhi sistem dan ideologi politik lain dengan berbagai cara," kata Jenderal Senior Min Aung Hlaing yang menolak kritik internasional, menurut lapor AP pada Kamis (24/6/2021).

Dia mengklaim tujuan utama militer Myanmar adalah untuk stabilitas politik.

"Pemerintah sebelumnya mengolok-olok demokrasi dengan mencurangi pemilu. Karena ketidakjujuran pemerintah NLD, pemerintah kita saat ini telah mengambil langkah-langkah untuk memulihkan integritas demokrasi," klaimnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved