Breaking News:

Antara Prestasi dan Kontroversi,Dituduh Peras Rp4,4 M,Menanti Nasib Kajari dan Kasi Pidsus Kuansing

Kajari dan Kasi Pidsus Kuansing dituduh memeras Rp 4,4 miliar kala sedang mengusut kasus dugaan korupsi di Pemkab Kuansing. Bagaimana nasib keduanya?

TRIBUNPEKANBARU/PALTI SIAHAAN
Foto: Kajari Kuansing, Hadiman SH MH. Kejari Kuansing dan bawahannya Kasi Pidsus dituding peras bupati dan Kepala BPKAD nonaktif sebesar Rp 4,4 miliar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TELUK KUANTAN - Nasib Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing, Hadiman SH, MH dan bawahannya Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Imam Hidayat SH, MH akan segera diketahui.

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau akan segera mengeluarkan kesimpulan atas kasus yang menjerat keduanya.

Asisten Intelejen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto mengatakan saat ini tim jaksa pengawas sedang membuat kesimpulan.

Sebab baik pelapor dan terlapor sudah dipanggil untuk klarifikasi.

"Nanti kita tunggu apa petunjuk pimpinan terkait hasil kesimpulan tersebut," kata Raharjo Budi Kisnanto pada Tribunpekanbaru.com .

Bila hasil kesimpulan dilanjutkan ke tahap selanjutnya, maka akan masuk ke tahap inspeksi khusus.

Kasus yang menjerat Hadiman dan Imam Hidayat yakni tuduhan pemerasan.

Keduanya dituduh memeras kala sedang mengusut kasus dugaan korupsi di Pemkab Kuansing.

Yang melaporkan Hadiman dan Imam bukan orang sembarangan.

Dia adalah Bupati Kuansing, Andi Putra yang baru dilantik pada 2 Juni 2021 lalu.

Bersama Andi Putra, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kuansing nonaktif Hendra AP juga ikut melaporkan Hadiman ke Kejati Riau.

Kasus yang sama, dugaan pemerasan.

Andi Putra dan Hendra AP melaporkan Hadiman dan Imam Hidayat ke Kejati Riau pada Jumat (18/6/2021).

Kasus dugaan pemerasan yang dialami Andi Putra dan Hendra AP berbeda.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved