Breaking News:

Dipungli Rp 1 Juta Padahal Sertifikat PTSL Gratis, Kejari Pelalawan Periksa 16 Orang, Siapa Saja?

Program sertifikasi tanah, PTSL program pemerintah yang seharusnya gratis malah dimintai Rp 1 juta - Rp 1,2 juta. 16 orang diperiksa Kejari Pelalawan

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
TRIBUNPEKANBARU/JOHANNES TANJUNG
Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Pelalawan, Sumriadi SH MH menyampaikan keterangan perkembangan proses penyelidikan dugaan pungli PTSL di Desa Bagan Limau Ukui. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - PTSL, program pemerintah yang seharusnya gratis malah dibebankan biaya, tak tanggung-tanggung Rp 1-Rp 1,2 juta per persil. 16 orang diperiksa Kejari Pelalawan.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pelalawan Riau memperpanjang proses penyelidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor).

Dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2019 di Desa Bagan Limau, Kecamatan Ukui.

Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap adanya pungutan liar (pungli) dalam pengurusan sertifikat PTSL di Desa Bagan Limau Kecamatan Ukui.

Padahal program dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) tersebut tidak dikutip biaya alias gratis.

Namun dalam praktiknya tercium bau korupsi yang diduga dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

"Tim Pidana Khusus sampai saat ini masih menjalankan proses penyelidikan,” terang Kepala Kajari Pelalawan, Silpia Rosalina SH MH melalui Kepala Seksi Intelijen Sumriadi SH MH, Minggu (26/06/2021) kepada Tribunpekanbaru.com .

“Waktunya telah diperpanjang semenjak surat perintah penyelidikan diterbitkan,"sambungnya.

Sumriadi menyebutkan, sampai saat ini tim penyidik telah memeriksa lebih dari 16 orang saksi-saksi.

Mereka dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik korps Adhyaksa terkait dalam pengurusan sertifikat PTSL ini, untuk mencari perbuatan melawan hukum atas program tersebut.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved