Breaking News:

Segunung 'PR' Sebelum Hijrah

Direktur Utama BRK, Andi Buchari mengklaim progresnya kini sudah mencapai 98 persen. 2 persen lagi, urusan payung hukum dan kelengkapan struktur.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: M Iqbal
Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing
Cabang utama Bank Riau Kepri (BRK) 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Proses konversi Bank Riau Kepri (BRK) sedang berjalan.

Direktur Utama BRK, Andi Buchari mengklaim progresnya kini sudah mencapai 98 persen. Sisanya, 2 persen lagi,  urusan payung hukum dan kelengkapan struktur.

Payung hukum yakni Peraturan Daerah (Perda) Riau tentang Perubahan Bentuk Badan Hukum BPD Riau menjadi Perseroan Terbatas. Di Perda ini memuat klausul ihwal ketentuan BRK setelah menjadi BUS.

Panitia Khusus (Pansus) yang dibentuk oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau telah merampungkan pembahasannya sejak 25 Februari 2021. Tetapi tidak serta merta dapat disahkan dalam Rapat Paripurna DPRD Riau karena draft Rancangan Perda harus dievaluasi terlebih dahulu oleh Menteri Dalam Negeri.

Andi Buchari enggan berkomentar terlalu jauh soal Perda tersebut. Penyusunan Perda merupakan kewenangan Pemerintah dan DPRD. Ia juga tidak bisa mengomentari kekosongan struktur di tubuh BRK.

Posisi Komisaris Utama (Komut) BRK lowong setelah Yan Prana Jaya yang memangku jabatan ini ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Riau sejak 23 Desember 2020. Pria yang juga Sekretaris Daerah Riau ini tersandung kasus korupsi. Setelah ditahan, ia dicopot dari posisi Sekda dan Komut.

Jabatan Komisaris Independen dan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko juga ikut dirombak. Tahapan seleksi untuk mengisi tiga jabatan ini digelar bersamaan sejak 21 April 2021. 

Menurut Andi, payung hukum dan kelengkapan struktur pengurus penting dalam konversi. Sebab menjadi syarat dalam pengajuan perizinan konversi ke OJK.

Andi sempat menyebutkan peluncuran Bank Riau Kepri Syariah pada April 2021, tepat pada ulang tahun BRK ke-55. Tetapi molor dari target. Ini tidak terlepas dari faktor badai pandemi COVID 19.

Target awal itu dimungkinkan jika seluruh dokumen dinyatakan lengkap setelah diajukan ke OJK pada Januari 2021. Tetapi, pengajuan (submition) baru bisa dilakukan pada 30 April 2021. Andi menyebut berkas persyaratan sebanyak satu truk diantar ke Kantor OJK Riau yang berlokasi di Jalan Arifin Achmad, Pekanbaru.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved