Breaking News:

Pedagang Pasar Senin Rohul Tercekik Harga Sewa Lapak: Sama Saja Mengusir Kami Secara Tak Langsung

Pedagang Pasar Senin Rohul yang berada di Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah, Pasir Pangaraian mengeluhkan kenaikan harga sewa lapak yang naik.

Penulis: Syahrul | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Syahrul Ramadhan
Pedagang Pasar Senin Rohul yang berada di Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah, Pasir Pangaraian mengeluhkan kenaikan harga sewa lapak yang naik. Hasan, seorang pedagang Pasar Senin Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah menunjukkan Perjanjian Kontrak yang dinilai mempersulit usaha para pedagang di masa pandemi dengan biaya sewa yang baru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Pedagang Pasar Senin Rohul yang berada di Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah, Pasir Pangaraian mengeluhkan kenaikan harga sewa lapak yang naik.

Pedagang yang dijumpai pada Senin (28/6/2021) itu mengaku, kenaikan harga sewa dilakukan oleh Pemdes Koto Tinggi melalui Bumdes Jaya Bersama Desa Koto Tinggi Kabupaten Rokan Hulu.

Seorang pedagang bernama Patlina mengaku, perubahan harga sewa semula Rp. 50 ribu per tahun menjadi Rp. 50 per bulan dinilai sangat memberatkan para pedagang.

"Dulu harga sewa disini Rp. 50 ribu per tahun. Sekarang jadi per bulan. Sementara, kami jualan hanya seminggu sekali dan ini sangat memberatkan," katanya.

Dilanjutkannya, para pedagang juga disorongkan dengan Perjanjian Kontrak antara Pedagang dengan Bumdes Jaya Bersama dengan sejumlah kesepakatan yang memberatkan pedagang.

"Paling tak enak itu, pengelola pasar mengatakan, kalau tak sanggup bayar silahkan pindah dan itu dijelaskan secara tertulis dalam Perjanjian Kontraknya. Sementara, kami jualan sudah tahunan," bebernya.

"Itukan sama saja dengan mengusir kami secara tak langsung," tambah dia.

Patlina mengaku, di Pasar Senin dia mengambil lapak sebanyak empat tempat. Mengacu pada biaya sewa yang baru, dia dibebani biaya sewa sebanyak Rp. 2.400.000 per tahun.

Hal serupa juga disampaikan oleh seorang pedagang lainnya bernama Ayu mengaku, sudah membayar biaya sewa lapak sebanyak dua tempat senilai Rp. 100 ribu per bulan.

"Saya sudah bayar selama enam bulan belakangan. Kalau di total nilainya sudah Rp. 600 ribu," ungkap dia.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved