Breaking News:

Kuansing

Terima Putusan Hakim, Terpidana Korupsi di Kuansing Ini Bayar Kerugian Negara

Kerugian negara akibat kasus korupsi pengadaan alat peraga IPA Sains SD dibayar oleh istri terpidana EE ke pihak Kejaksaan Kuansing sebesar Rp 64 juta

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan
Sidang putusan Korupsi Alat Peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif di Rinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing dengan terpidana ketua KONI Kuansing non aktif, Aries Susanto, Kamis (3/6/2021). 

Waktu pengembalian diberi satu bulan sejak pembacaan vonis.

Dalam kasus, ada tiga terpidana. Selain Endi Erlian, dua lainnya yakni Sartian ST, MSi sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) merupakan ASN di Disdikpora Kuansing dan  Aries Susanto S.Hut - yang mengerjakan pekerjaan Pengadaan Modul Eksperimen Pembelajaran IPA Sain SD Berbasis Digital Interaktif.

Kerugian Negara sebesar Rp Rp.1.3 Miliar Lebih

Kasus korupsi pengadaan alat peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif di Disdikpora Kuansing ini untuk anggaran tahun 2019. Besar pagu anggaran yakni Rp 4,5 Miliar.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kuansing sendiri mengatakan kerugian negara sebesar Rp Rp.1.355.570.000.

Namun majelis hakim memiliki perhitungan sendiri soal kerugian negara.

Hasil perhitungan majelis hakim, kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 1,2 Miliar.

Namun setelah dikurangi biaya distributor, pelatihan dan sewa gudang, kerugian negara sebesar Rp 860 juta.

Nah, oleh hakim, penggantian kerugian negara dibebankan kepada dua terdakwa saja. Selain Endi Erlian juga ke Aries Susanto.

Erdi Erlian sendiri menerima aliran dana dari Aries Susanto sebesar Rp 60 juta.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved