Breaking News:

Kuansing

Terima Putusan Hakim, Terpidana Korupsi di Kuansing Ini Bayar Kerugian Negara

Kerugian negara akibat kasus korupsi pengadaan alat peraga IPA Sains SD dibayar oleh istri terpidana EE ke pihak Kejaksaan Kuansing sebesar Rp 64 juta

Penulis: Dian Maja Palti Siahaan | Editor: CandraDani
Tribun Pekanbaru/Palti Siahaan
Sidang putusan Korupsi Alat Peraga IPA Sains SD Berbasis Digital Interaktif di Rinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kuansing dengan terpidana ketua KONI Kuansing non aktif, Aries Susanto, Kamis (3/6/2021). 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kuansing sendiri mengatakan kerugian negara sebesar Rp Rp.1.355.570.000.

Namun majelis hakim memiliki perhitungan sendiri soal kerugian negara.

Hasil perhitungan majelis hakim, kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 1,2 Miliar.

Namun setelah dikurangi biaya distributor, pelatihan dan sewa gudang, kerugian negara sebesar Rp 860 juta.

Nah, oleh hakim, penggantian kerugian negara dibebankan kepada dua terdakwa saja. Selain Endi Erlian juga ke Aries Susanto.

Erdi Erlian sendiri menerima aliran dana dari Aries Susanto sebesar Rp 60 juta.

Pemberian sejumlah uang tersebut dilakukan Aries Susanto sebagai fee atas penggunaan perusahaan.

Selain itu, ada uang sebesar Rp 4 juta yang berada di rekening atas nama perusahaan.

Aries Suanto sendiri dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 796 juta.

Hakim pun membebaskannya Endi Erlian dalam dakwaan primair karena tidak terbukti. Namun Endi dijerat dalam dakwaan subsidair.

Hakim menilai Endi Erlian terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan dua terdakwa lainnya.

Pola korupsi dalam kasus ini yakni penggelembungan/mark up harga barang. Akibatnya, timbulnya kerugian keuangan negara.

Penggelembungan/mark up harga barang dilakukan dalam penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS). JPU juga dalam dakwaannya membeberkan harga barang yang ditetapkan PT. Grand Sains - pihak distributor.

Harga dari distributor yakni yakni PT Grand Sains - total alat 1 paket Rp 204.546.000 ditambah PPN 10 % sebesar Rp 20.454.600 sehingga harga satu paket sebesar Rp 225.000.000.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved