Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Tiga Ranperda Gagal Disahkan, Ketua Pansus DPRD Pekanbaru: Jangan Jadikan Dagangan Politik

DPRD Pekanbaru gagal mengesahkan tiga Ranperda, Senin. Padahal, pembahasan tiga Ranperda tersebut, sudah selesai dikaji dan dibahas.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Istimewa
Suasana ruang rapat paripurna DPRD Pekanbaru, sebelum dimulainya pengesahan Tiga Ranperda yakni Ranperda PDAM Tirta Siak, Ranperda Perseroda BPR, serta Ranperda Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Senin (28/6/2021). Namun akhirnya gagal diparipurnakan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - DPRD Pekanbaru gagal mengesahkan tiga Ranperda, Senin (28/6/2021). Padahal, pembahasan tiga Ranperda tersebut, sudah selesai dikaji dan dibahas.

Bahkan dari hasil rapat internal Pansus, tiga Ranperda ini final dan harus disahkan.

Tiga Ranperda yang dimaksud masing-masing Ranperda PDAM Tirta Siak, Ranperda Perseroda BPR dan Ranperda Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Diketahui belakangan, batalnya tiga Ranperda ini disahkan melalui rapat paripurna, karena tidak kuorum. Untuk kuorum rapat paripurna harus hadir fisik dan secara virtual 2/3 dari jumlah anggota dewan, atau 30 orang.

Namun dari jumlah 45 anggota dewan, hanya 25 di antaranya yang hadir secara tatap muka dan secara virtual.

Sisanya beralasan sibuk dan sedang berada di luar. Karenanya, rapat paripurna dibatalkan, meski perwakilan Pemko Pekanbaru dan perwakilan Forkompimda sudah hadir, meski sebagiannya secara virtual. Seharusnya paripurna digelar pukul 10.00, namun hingga pukul 12.15 atau masuknya waktu sholat Zuhur tidak ada tanda-tanda dilaksanakan, para undangan akhirnya keluar dari gedung DPRD Pekanbaru.

Siapa saja anggota DPRD Pekanbaru yang tidak hadir secara fisik dan virtual?

Ketua Pansus Tiga Ranperda ini Roem Diani Dewi SE MM mengaku, dia selaku ketua Pansus merasa kecewa, karena banyak anggota dewan yang tak hadir.

Padahal, Pansus sudah menyelesaikan pembahasannya secara matang dengan waktu yang cukup panjang. "Jangan jadikan ini barang dagangan politik," sebut Roem Diani Dewi.

Dijelaskannya, bahwa Pansus sudah empat bulan lebih mengkaji, melakukan kunjungan kerja, berdiskusi dengan berbagai pihak, sehingga akhirnya selesai. Namun ketika akan di paripurnakan, anggota DPRD banyak yang tidak hadir sehingga Ranperda ini gagal disahkan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved