Breaking News:

Vonis Mati Kurir Sabu di Bengkalis

Usai Hukum Mati Kurir Sabu 42 Kg, Giliran 2 Kurir 52 Kg Sabu Juga Diputus Pidana Mati PN Bengkalis

PN Bengkalis kembali mengelar sidang putusan tuntutan mati dua terdakwa, Riki alias ninja dan Syafrudin, kurir narkoba dengan barang bukti 52 Kg.

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru/Muhammad Natsir
Terdakwa kasus 52 Kilogram divonis hukuman pidana mati, Senin (28/6) malam. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Setelah tiga kurir 42 kilogram sabu divonis hukuman mati Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis, Senin (28/6) sore.

PN Bengkalis kembali mengelar sidang putusan tuntutan mati dua terdakwa kurir narkoba dengan barang bukti 52 kilogram sabu yang dilaksanakan malam harinya.

Sidang putusan mati kali ini dilaksanakan majelis hakim yang dipimpin hakim Ketua Ulwan Maluf dan di damping dua hakim anggota Ignas Ridlo Anarki dan Belinda Rosa Alexandra.

Sidang yang terbuka untuk umum ini juga berlangsung secara virtual disaksikan terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum dan penasehat hukum terdakwa dari Posbakum PN Bengkalis.

Baca juga: 8 Kurir Kasus Narkoba di Bengkalis Dituntut Hukuman Mati, Kejari Bengkalis Ingin Berikan Efek Jera

Baca juga: BREAKING NEWS: Kasus Narkoba di Bengkalis, Vonis Mati Bagi 3 Terdakwa Kurir Sabu di PN Bengkalis

Majelis hakim PN Bengkalis, Senin (28/6/2021) sore menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa kurir sabu dalam kasus Narkoba di Bengkalis.
Majelis hakim PN Bengkalis, Senin (28/6/2021) sore menjatuhkan hukuman mati bagi terdakwa kurir sabu dalam kasus Narkoba di Bengkalis. (Istimewa)

Kedua terdakwa yang diadili tersebut diantara Riki alias ninja dan Syafrudin yang merupakan kaki tangan Riki dalam peredaran narkoba 52 kilogram yang di tangkap tim BNN dan Bea Cukai Dumai akhir tahun lalu.

Pada putusan majelis hakim menjatuhkan hukuman pidana mati terhadap kedua terdakwa.

Karena berdasarkan pertimbangan majelis kejahatan terdakwa sebagai perantara peredaran narkoba sesuai dengan dakwaan pertama Jaksa Penuntut Umum tebukti secara sah dan meyakinkan.

Putusan ini dibacakan secara terpisah terlebih dahului oleh dengan putusan terhadap Riki Ninja. Majelis hakim dalam putusan mempertimbangkan beberapa hal yang memberatkan terdakwa.

Diantaranya Riki alias ninja saat mengendalikan narkoba sedang menjalani hukuman di Lapas Bengkalis.

Kemudian perbuatan terdakwa dalam melakukan peredaran narkoba tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan peredaran narkoba.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved