Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Komisi III DPRD Pekanbaru: Jangan Gara-gara Sistem Zonasi Ada Anak yang Putus Sekolah

Kalangan DPRD Pekanbaru sejak kini mewanti-wanti Disdik Pekanbaru, dalam penerapan PPDB tahun 2021, agar diminimalisir persoalan.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Kalangan DPRD Pekanbaru sejak kini mewanti-wanti Disdik Pekanbaru, dalam penerapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2021, agar diminimalisir persoalan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kalangan DPRD Pekanbaru sejak kini mewanti-wanti Disdik Pekanbaru, dalam penerapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun 2021, agar diminimalisir persoalan.

Terutama pelaksanaan jalur zonasi.

Sebab, sebanyak 65 persen dari kapasitas kelas, akan diambil melalui jalur zonasi. Sementara 35 persen lainnya diambil dari jalur prestasi, afirmasi, dan pindahan.

Lebih dari itu, Disdik diharapkan bisa menjalankan Permendikbud No 1 tahun 2021 tentang penerimaan siswa baru.

"Untuk proses penerimaannya, saya minta supaya Disdik mulai memikirkan solusi-solusi yang solutif. Jangan sampai ada anak yang putus sekolah ketika  gagal masuk sekolah negeri," kata Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Jepta Sitohang, Selasa (29/6/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Disampaikan Politisi Partai Demokrat ini, bahwa hasil hearing Komisi III dengan Disdik Pekanbaru belum lama ini, untuk PPDB tahun 2021 ini, masih sama dengan tahun lalu, memprioritaskan untuk jalur zonasi.

"Ini yang harus dimaksimalkan. Karena antara kuota dengan daya tampung jauh berbeda. Terutama tamatan SD yang melanjutkan ke tingkat SMP. Ketersediaan SMPN minim. Makanya harus ada solusi, satu di antaranya meminta kepada warga yang mampu, agar bisa memasukkan anaknya ke sekolah swasta. Biarkan masyarakat kurang mampu dalam segi ekonomi yang masuk sekolah negeri (SMPN)," harapnya menyarankan.

Untuk diketahui, pelaksanaan PPDB untuk tingkat SMP sederajat, dilaksanakan online. Sementara untuk tingkat SD, ada yang offline dan pendaftarannya bisa ke sekolah.

"Makanya kita minta Disdik mempersiapkan ini dari sekarang. Mana siswa tamatan SD yang melanjutkan ke SMP, bisa diakomodir. Tidak harus ke sekolah negeri, tapi sekolah swasta juga bisa. Ini harus diakomodir dan disesuaikan dengan kuotanya," pintanya lagi. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved