Breaking News:

Mantan Menteri KKP Edhy Prabowo Keluhkan Kondisi Ruang Rutan KPK, Tidak Enak, Panas

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengeluhkan kondisi di dalam tahanan KPK selama 7 bulan.

Editor: Ilham Yafiz
Tribunnews/Irwan Rismawan
Terdakwa kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster tahun 2020, Edhy Prabowo menjalani sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2021). Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut mantan Menteri Perikanan dan Kelautan (KKP) tersebut dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 400 juta subsider 6 bulan kurungan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mengeluhkan kondisi di dalam tahanan KPK selama 7 bulan.

Edhy Prabowo kini berstatus terdakwa dugaan suap ekspor benih bening lobster atau benur.

Ia mendekam di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (Rutan KPK).

Edhy menyebut selama sekitar 7 bulan dirinya mendekam di rutan lembaga antirasuah tersebut, dirinya merasa tidak betah.

Hal itu diungkapkan Edhy seusai sidang pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) atas perkaranya.

"Saya sudah 7 bulan mendekam di KPK, tidak enak, panas jauh dari keluarga," tutur Edhy kepada awak media, di Pengadilan Tindak Korupsi (Tipikor), Selasa (29/6/2021).

Kendati begitu Politikus dari Partai Gerindra itu menyatakan akan tetap menjalani proses hukum yang ada.

Dia juga mengatakan akan tetap bertanggung jawab dengan kasus yang sedang menjeratnya.

"Saya mohon doa saja, proses (hukum) ini (akan tetap) saya jalani," imbuhnya.

Dituntut 5 Tahun Bui dan Denda Rp400 juta

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved