Breaking News:

Tiga Kali Mangkir dari Panggilan Jaksa Kejari Siak, Hakim Minta Mantan Kades Dayun Ditangkap

Mantan Kades Dayun tiga kali mangkir dari panggilan Jaksa Kejari Siak, hakim pun minta Kades tersebut ditangkap.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Internet
Ilustrasi - Mantan Kades Dayun tiga kali mangkir dari panggilan Jaksa Kejari Siak, hakim pun minta Kades tersebut ditangkap. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Mantan Kades Dayun tiga kali mangkir dari panggilan Jaksa Kejari Siak.

JPU Kejari Siak tidak pernah berhasil menghadirkan eks Kepala Desa Dayun, Hasmar ke Pengadilan Negeri (PN) Siak sebagai saksi dalam perkara dugaan penipuan jual beli lahan antar KUD.

Pada sidang lanjutan perkara itu, Selasa (29/6/2021) Hasmar, yang juga mantan anggota DPRD Siak itu kembali mangkir untuk yang ketiga kalinya.

Mangkirnya Hasmar setelah tiga kali panggilan membuat majlis hakim jengkelZ
Di awal sidang, Hakim Ketua Bangun Sagita Rambey langsung menanyakan keberadaan eks Kades Dayun itu. Kemudian dengan tegas ia meminta jaksa untuk menangkapnya jika menolak hadir di persidangan.

“Saksi Kepala Desa mana? Lari dia? Tangkap aja kalau tidak mau hadir,” tegas hakim Bangun Sagita Rambey kepada JPU Maria Pricilia.

Maria menjelaskan pihaknya sudah memanggil Hasmar sebanyak tiga kali untuk hadir dipersidangan. Tetapi Hasmar tidak pernah kooperatif dan saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Hasmar merupakan saksi kunci bagi JPU dalam perkara ini. Hasmar yang juga mantan ketua DPC Hanura Kabupaten Siak itu berperan besar dalam perkara dugaan penipuan jual beli lahan antara KUD Tunas Muda Dayun dengan KUD Sialang Makmur, kabupaten Pelalawan tersebut.

“Wajib hadir, kalau dia tidak hadir itu merugikan kami. Perannya besar dalam perkara ini dan salah satu saksi kunci sebenarnya,” kata Kasi Pidum Kejari Siak, Rian D di luar persidangan.

Rian menjelaskan, pihaknya akan mengajukan permohonan kepada majlis hakim untuk membuat penetapan penjemputan paksa terhadap Hasmar. Dalam pekan ini jaksa membuat permohonan itu.

“Jika penetapan hakim telah keluar maka akan kita jemput paksa. Jika dia tidak mau datang justru ini merugikan kita, tentu semuanya ini kita jalani sesuai prosedur hukum,” kata dia.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved