Breaking News:

Berita Riau

Dugaan Korupsi Bappeda Siak, Yan Prana Bantah Potongan 10 Persen Idenya : Sudah Ada Sebelum Saya

Kasus Korupsi Bappeda Siak terus bergulir, mantan Ketua Bappeda Siak Yan Prana dihadirkan dalam sidang sebagai terdakwa di pengadilan Tipikor

Penulis: Rizky Armanda | Editor: CandraDani
Tribupekanbaru.com/Rizky Armanda
Yan Prana Jaya (baju putih) saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan, Rabu (30/6/2021) 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU-Sidang perkara dugaan korupsi anggaran rutin Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Siak 2013-2017, atau disebut Kasus Korupsi Bappeda Siak terus bergulir.

Kali ini giliran Yan Prana Jaya diperiksa sebagai terdakwa.

Yan Prana hadir langsung di ruang sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu (30/6/2021).

Terlihat ia mengenakan stelan kemeja putih lengan panjang, dipadu celana hitam. Ia duduk di bangku pesakitan.

Yan Prana dicecar sejumlah pertanyaan oleh majelis hakim yang diketuai Lilin Herlina. Begitu pun oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Riau dan Penasehat Hukumnya.

Menampik Punya Ide Potong 10 Persen

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau itu, diminta menjelaskan tentang pemotongan 10 persen uang perjalanan dinas ketika dirinya menjabat Kepala Bappeda Siak. Apalagi saat itu Yan Prana juga bertindak sebagai Pengguna Anggaran (PA).

Yan Prana sejatinya tak menampik terkait adanya pemotongan itu. Namun menurutnya, bukan dia yang punya ide untuk melakukan pemotongan yang perjalanan dinas para pegawai di Bappeda Siak tersebut.

Ia mengaku, itu adalah usulan dari Bendahara Pengeluaran saat itu, Donna Fitria. Selanjutnya, Yan Prana pun menyampaikan usulan itu dalam rapat.

Karena Donna Fitria kata Yan Prana, menganggap jika dirinya pasti lebih di dengar oleh jajaran di Bappeda Siak, ketimbang jika Donna langsung yang menyampaikan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved