Breaking News:

12 Penumpang dari Pulau Jawa Ditemukan Positif Covid-19 Saat Mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru

Sebanyak 12 penumpang dari Pulau Jawa ditemukan positif Covid-19 saat mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru.

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ariestia
Dokumen Tribun Pekanbaru
Sebanyak 12 penumpang dari Pulau Jawa ditemukan positif Covid-19 saat mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru. Foto: Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru atau Bandara SSK II Pekanbaru 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sebanyak 12 penumpang dari Pulau Jawa ditemukan positif Covid-19 saat mendarat di Bandara SSK II Pekanbaru.

Kebijakan Gubernur Riau yang meminta kepada pengelola Bandara SSK II Pekanbaru agar memeriksa seluruh penumpang yang datang dari pulau jawa membuahkan hasil.

Sejak kebijakan ini dijalankan pekan lalu, berhasil menjaring sebanyak 12 orang.

Belasan penumpang yang baru datang di Bandara SKK II Pekanbaru dinyatakan terpapar Covid-19 setelah dilakukan pemeriksaan rapid antigen dan dilanjutkan dengan pemeriksaan PCR.

Sebanyak 12 orang ini pun terpaksa harus menjalani isolasi mandiri di tempat yang disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Selama seminggu ini pelaksanaan rapid antigen bagi orang yang masuk ke Riau masih jalan. Sementara data yang masuk itu ada sekitar 12 orang, hari Senin lalu yang banyak 5 orang, kemudian hari ini 2 orang, sebelumnya Rabu 2 orang, Selasa 2 orang, dan dihari pertama 1 orang. Mereka semua langsung di swab PCR,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, Kamis (1/7/2021) merincikan jumlah penumpang yang terjaring pemeriksaan dan dicurigai terpapar virus corona.

Mimi menjelaskan, setiap penumpang dari pulau jawa yang tiba di Bandara SSK II Pekanbaru langsung dilakukan pemeriksaan swab antigen.

Jika hasil pemeriksaan rapid antigen penumpang tersebut reaktif, maka penumpang tersebut langsung dibawa untuk dilakukan isolasi di Asrama Haji Riau, di Jalan Mekar Sari.

“Yang positif rapid antigen langsung dibawa ke asrama haji untuk menjalani isolasi mandiri, sampai hasil swab PCR keluar. Biasanya kalau hasil positif rapid antigen jarang yang negatif PCR, jadi mereka diisolasi selama 14 hari," kata Mimi.

Mimi menegaskan, kebijakan Gubernur Riau ini diambil untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Riau.

Sebab dengan tingginya lonjakan kasus Covid-19 di Pulau Jawa dan Bali maka potensi penyebaran virus corona yang dibawa dari orang yang baru melakukan perjalanan di Pulau Jawa dan Bali pun semakin tinggi.

Sebagai antisipasi, Pemprov Riau mengirimkan surat ke pihak bandara dan meminta kepada penumpang yang datang dari Pulau Jawa agar dilakukan pemeriksaan rapid antigen sebelum mereka menuju ke tempat nya masing-masing di Riau.

"Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang masuknya dari daerah lain, terutama dari Jawa,” kata Mimi. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono).

Berita Riau 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved