Breaking News:

Optimalkan Usaha Jasa Pelabuhan Tanjung Buton, Pemkab Siak Studi Tiru BUP Tanjung Intan Cilacap

Bupati Siak Alfedri dan rombongan melakukan Studi Tiru ke KSOP kelas II dan General Manager Pelindo III kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Penulis: Mayonal Putra | Editor: Ariestia
Tribunpekanbaru.com/Mayonal Putra
FOTO ILUSTRASI: Kapal besar bersandar di dermaga sepanjang 216 meter Pelabuhan Tanjung Buton, Siak, Jumat (9/3/2018). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, SIAK - Tingkatkan kinerja pengelolaan Pelabuhan Tanjung Buton, di Kecamatan Sungai Apit, kabupaten Siak, Provinsi Riau, Bupati Siak Alfedri dan rombongan melakukan Studi Tiru ke Kantor Sabandar Otoritas Kepelabuhanan (KSOP) kelas II dan General Manager Pelindo III kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Pelabuhan Tanjung Buton ini salah satu pelabuhan yang ada di Indonesia sudah memiliki Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Perusahaan Daerah, yang membantu Kementerian Perhubungan juga membantu KSOP melakukan pelayanan kepelabuhanan, yaitu PT Samudera Siak. Di dalam perjalanannya dibutuhkan kemitraan dan komitmen bersama,"ujar Alfedri, Kamis (1/7/2021).

Kunjungan studi lapangan ini untuk melihat secara langsung operasional penggelolaan pelabuhan Tanjung Intan Cilacap.

Kemudian untuk mendapatkan informasi ril terkait manajemen kepelabuhanan yang baik yang sudah diterapkan KSOP dan Pelindo III Cilacap.

"Kami mendapat saran dari kepala KSOP Tanjung Buton Wigyo untuk belajar ke KSOP dan GM Pelindo III kabupaten Cilacap yang memiliki kinerja baik. Tentu ada strategi-strategi yang baik dalam penggelolaan pelabuhan yang perlu ditiru dicontoh, sehingga dapat kami bawa pulang," ungkapnya.

Untuk menjadikan pelabuhan Tanjung Buton sebagai Pelabuhan umum yang maju di Indonesia dibutuhkan dukungan, kerjasama dari pemerintah daerah, pusat, pengusaha yang tergabung ke dalam Indonesian National Shipowners' Association (INSA) dan BMI Riau.

Selain itu kata dia, Pelabuhan Tanjung Buton ini terintegerasi dengan kawasan Industri Tanjung Buton. Luasan lahan yang dihibahkan Pemkab Siak kurang lebih 6 hektar.

"Kami memiliki harapan bagaimana pelabuhan tanjung Buton ini dapat berjalan optimal. Sehingga daerah dapat berkembang perekonomian daerah meningkat juga dapat mengangakat perekonomian nasional," harapnya.

Sementara itu General Manager Pelindo III Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap Jawa Tengah Sutopo mengatakan akan mendukung Pemkab Siak dalam mengembangkan pelabuhannya. Ia siap sedia membagi pengalaman pelanuhan Tanjung Intan Cilacap kepada Alfedri.

Menurutnya, bisnis pelabuhan tak terlepas dari fasilitas pelabuhan, SDM yang hadal dan kerjasama antar semua pihak.

"Bisnis Pelabuhan ini, bisnis yang besar dibutuhkan komitmen bersama, termasuk Bagaimana pemerintah bisa memastikan pihak-pihak yang melakukan investasi di pelabuhan ini mendapatkan kepastian,"ungkapnya.

Kepastian tersebut seperti kemudahan berinvestasi, tidak ada perubahan-perubahan pada kebijakan jangka panjang, dan bagaimana pemerintah harus bisa memberikan stimulus kepada perusahaan yang terlibat dalam bisnis pelabuhan.

"Pelabuhan Tanjung Intan ada sejak 5 dekade lalu, bisnis ini mengalami pasang surut, namun saat ini mengalami kemajuan. Bahkan mengalahkan bongkar muat pelabuhan Surabaya,"tutupnya.(Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved