Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Hakim 3 Kali Menegur Ketua dan Bendahara KUD Sialang Makmur

Apalagi keterangan kedua terdakwa sering berbeda dengan BAP-nya. Setelah JPU dan majlis hakim mengkonfrontir keterangan

Penulis: Mayonal Putra | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.com, SIAK - Sidang perkara jual beli lahan KUD di Pengadilan Negeri (PN) Siak Sri Indrapura, Jumat (2/7/2021) memanas.

Majlis hakim tegur keras terdakwa Mawardi dan Darsino karena selalu berbelit dalam menjawab pertanyaannya.

“Saudara terdakwa Mawardi dan Darsino, kalian jangan saling berbisik saat menjawab pertanyaan, saya minta kalian jujur dalam perkara ini, nasib kalian ya kalian sendiri yang tentukan,” kata Hakim Ketua Bangun Sagita Rambey.

Teguran keras itu tiga kali disampaikan majlis hakim untuk mengungatkan kedua terdakwa agar bersikap jujur.

Apalagi keterangan kedua terdakwa sering berbeda dengan BAP-nya. Setelah JPU dan majlis hakim mengkonfrontir keterangan terdakwa dengan BAP tersebut barulah keduanya mengakui yang sebenarnya.

Mawardi yang merupakan Ketua KUD Sialang Makmur, Kabupaten Pelalawan sebagai pihak pembeli lahan mengakui uang pinjaman ke Bank Syariah Mandiri (BSM) masuk ke rekeningnya sebanyak Rp 5 miliar dari Rp 8,8 miliar.

Ia mengakui membayar DP pembelian lahan ke KUD Tunas Muda, kecamatan Dayun menggunakan uang tersebut sebanyak Rp 3,9 miliar.

“Anggaran pinjaman cair Rp 8,8 miliar sekian, yang masuk ke rekening saya Rp 5 miliar. Sisanya saya tidak tahu apakah masuk ke rekening anggota atau tidak,” kata Mawardi.

Saat didesak oleh JPU Maria Pricilia kemana uang itu perginya, Mawardi menjawab hanya Rp 5 miliar yang masuk ke rekeningnya.

Kemudian ia menjawab tidak tahu lagi sisanya. Apakah masuk ke rekening anggotanya atau tidak, pihak Bank BSM juga tidak memberikan kejelasan kepadanya selama ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved