Breaking News:

Lawan Covid 19

Realisasi Anggaran Pemulihan Ekonomi Capai Rp 237 T, Kondisi Perekonomian Nasional Mulai Membaik

Kondisi perekonomian nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pulih dari baik dari sisi konsumsi maupun produksinya.

Editor: rinalsagita
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Warga Pekanbaru menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) terdampak Covid-19 sebesar Rp 300 ribu, dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jumat (20/11/2020), di Kantor Pos Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. BLT adalah satu skema pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional melalui KPCPEN. (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha  menyebutkan, kondisi perekonomian nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pulih dari baik dari sisi konsumsi maupun produksinya.

Selain itu, apabila dilihat dari belanja modal keseluruhan yang ditanggung APBN 2021, penyerapannya lebih tinggi daripada kuartal I II 2020 lalu.

Capaian-capaian seperti program prioritas di sektor padat karya yang dilakukan Kementerian PUPR dinilai relatif lebih baik daripada tahun lalu,

begitu pula untuk UMKM dan koperasi yang sudah sesuai target.

Ia menyebutkan, realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 mencapai Rp 237,54 triliun atau setara 34 persen dari total anggaran Rp 699,43 triliun.

Menurutnya, angka tersebut lebih besar dibanding periode tahun lalu.

“Di kuartal II tahun lalu, realisasi anggaran PEN sebesar Rp124 triliun,” kata Kunta dalam dalam Dialog Produktif KPCPEN yang ditayangkan di FMB9ID_IKP, Rabu (30/6/2021)., Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Tips dari Dokter untuk Menjaga Terhindar dari Covid-19

Baca juga: Rekor Lagi, Kasus Covid-19 di Indonesia Jumat 2 Juli 2021 Tambah 25.830 Kasus

Kunta menyebut realisasi anggaran program PEN sebesar Rp 237,54 triliun meliputi sektor kesehatan Rp 45,4 triliun atau 26,3 persen sedangkan realisasi sektor perlindungan sosial Rp 65,36 triliun atau 44 persen.

Selain itu, realisasi dukungan terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan korporasi mencapai Rp 50,93 triliun atau 26,3 persen, program prioritas terealisasi Rp39,79 triliun atau 31,1 persen, dan insentif usaha Rp 36 triliun atau 63,5 persen.

“Kami masih akan terus melakukan percepatan agar memberikan dampak lebih signifikan terhadap daya beli masyarakat dan mengakselerasi pemulihan ekonomi,” kata Kunta.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved