Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Palsukan Surat Hasil Tes Covid-19 di Pekanbaru, Pimpinan Perusahaan & Anak Buah Ditangkap

Ketika berada di Bandara Sultan Syarif Kasim II, HH pun menunjukkan surat hasil negatif tes swab PCR

Penulis: Rizky Armanda | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pihak kepolisian di Pekanbaru, menangkap dua orang pelaku pemalsuan surat hasil tes swab PCR covid-19.

Dua orang tersebut yakni pria berinisial HH (38) dan JO (26). HH merupakan seorang pimpinan perusahaan, sedangkan JO adalah anak buah HH.

Terungkapnya perbuatan kedua pelaku, berawal saat pelaku HH hendak berangkat dari Pekanbaru ke Jakarta.

Ketika berada di Bandara Sultan Syarif Kasim II, HH pun menunjukkan surat hasil negatif tes swab PCR covid-19 keluaran salah satu rumah sakit di Pekanbaru.

Saat dilakukan proses pengecekan dan validasi oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan KKP bandara, ternyata surat milik HH itu dinyatakan tidak resmi dan tidak valid.

Petugas KKP lalu berkoordinasi dengan personel Polsek Bukit Raya, Polresta Pekanbaru. HH lantas diamankan dan diintrogasi.

"HH mengakui bahwa hasil surat hasil tes itu adalah palsu. Ternyata dia menyuruh karyawannya saudara JO untuk membuat surat Hasil Laboratorium PCR covid-19 dengan hasil negatif, yang digunakan HH untuk keberangkatan ke Jakarta," kata Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, saat ekspos kasus, Jumat (2/7/2021).

Atas keterangan HH itu, polisi lalu mencari keberadaan JO. Tak butuh waktu lama, keesokan harinya, JO pun berhasil ditangkap saat berada di kantor tempat dia bekerja.

HH dan JO pun akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam pengungkapan ini, polisi turut mengamankan barang bukti berupa 1 unit laptop dan 1 unit printer.

Selain itu ada pula selembar surat hasil swab PCR palsu, selembar KTP, selembar boarding pass maskapai Citilink dan selembar kode booking tiket pesawat yang kesemuanya atas nama tersangka HH.

Tersangka HH dan JO, dalam kasus ini dijerat Pasal 263 ayat 1 dan 2 tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara.

Selanjutnya Pasal 268 KUHP tentang menggunakan surat palsu dengan ancaman hukuman pidana 4 tahun penjara.

"Ini merupakan keberhasilan Polsek Bukit Raya bekerjasama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara SSK II untuk mengungkap pelaku yang melakukan pemalsuan surat hasil lab PCR yang seolah-olah dikeluarkan rumah sakit," tandas Kapolresta.(tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved