Breaking News:

Kasus Harian Covid-19 di Pelalawan Kembali Naik, Rumah Sakit Diingatkan Jangan Tumpuk Sampel Swab

Pada hari ini, Minggu (4/7/2021), kasus harian Covid-19 di Pelalawan kembali naik.Penambahan pasien baru sebanyak 18 pasien

Penulis: johanes | Editor: Nurul Qomariah
Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung
Kepala Dinas Kesehatan Pelalawan, H Asril M.Kes menyampaikan kasus harian Covid-19 di Pelalawan kembali naik, rumah sakit diingatkan jangan tumpuk sampel swab. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALAN KERINCI - Kasus harian Covid-19 di Kabupaten Pelalawan Riau kembali naik.

Pada hari ini, Minggu (4/7/2021), penambahan pasien baru sebanyak 18 pasien yang berasal dari beberapa kecamatan.

Pasien baru sebanyak 18 orang yang didominasi oleh pasien suspek dari rumah sakit yang ternyata positif Covid-19 setelah dilakukan swab test mencapai 15 orang dan tiga lagi ditemukan dari tracing kontak.

Kebanyakan kasus baru berasal dari Kecamatan Pangkalan Kerinci, kemudian disusul Kerumutan, Bandar Petalangan, dan Bandar Seikijang.

"Memang kasus hari ini cukup meningkat dan penambahan lebih tinggi dari kasus harian sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.Kes Minggu (4/7/2021) kepada Tribunpekanbaru.com .

Asril membenarkan, kebanyakan kasus baru ditemukan dari rumah sakit yang ada di Pelalawan dan Pekanbaru.

Ia menilai hal ini diakibatkan adanya penumpukan sampel swab test yang dilakukan oleh rumah sakit.

Kemudian mengirimkan sampel sekaligus ke laboratorium dan hasilnya semua terkonfirmasi positif Covid-19.

Seharusnya pihak rumah sakit mengirimkan sampel setiap hari dengan jumlah yang ada tanpa menunggu esok ataupun lusa.

Sehingga, tidak terkesan menumpuk dan kasus terlihat meningkat.

"Kami sudah memanggil semua rumah sakit rujukan di Pelalawan dan menyampaikan masukan ini. Jadi pola testingnya lebih terarah," beber Asril.

Ia juga meminta pihak swasta lebih meningkatkan koordinasinya dengan pemerintah daerah dalam menangani pandemi Covid-19.

Pasalnya, aturan senantiasa ada perubahan dari pemerintah pusat yang harus disesuaikan di daerah.

( Tribunpekanbaru.com / Johannes Wowor Tanjung )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved