Breaking News:

Covid 19 di Riau

17 Penumpang Penerbangan Asal Pulau Jawa Positif, Sumbang Kasus Covid-19 di Riau

Selama kebijakan pemeriksaan rapid antigen bagi penumpang yang tiba dari Pulau Jawa diberlakukan di Bandara SSK II Pekanbaru tercatat sudah ada 17 pen

Penulis: Syaiful Misgio | Editor: Ilham Yafiz
DOKUMENTASI TRIBUNPEKANBARU / FERNANDO SIKUMBANG
Suasana validasi dokumen rapid test antigen atau swab test di Bandara SSK II, Kota Pekanbaru, Minggu (3/1/2021). 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Selama kebijakan pemeriksaan rapid antigen bagi penumpang yang tiba dari Pulau Jawa diberlakukan di Bandara SSK II Pekanbaru tercatat sudah ada 17 penumpang yang terjaring.

Ke-17 penumpang asal Pulau Jawa ini dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil rapid antigenya diteruskan dengan pemeriksaan Swab PCR.

“Sampai saat ini sudah terdeteksi sebanyak 17 orang yang positif COVID-19, setelah dilakukan pemeriksaan rapid antigen. Sekarang pemberlakuan swab PCR sudah dijalankan, termasuk sudah vaksin satu kali, tapi pemeriksaan rapid antigen di Bandara tetap dilakukan lebih ketat lagi,” kata Jubir Satgas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, Selasa (6/7/2021).

Saat ini ke 17 penumpang dari Pulau Jawa yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut terpaksa harus menjalani isolasi mandiri selama 14 di Asrama Haji Riau, Jalan Mekar Sari Pekanbaru.

Yovi mengatakan, dengan diberlakukannya PPKM darurat dan orang yang masuk Riau, wajib menunjukkan hasil tes negatif Swab PCR, pemeriksaan rapid antigen harus tetap dilakukan. Karena ini bisa mendeteksi langsung, orang yang terkonfirmasi positif. 

Saat ini Kota Pekanbaru masuk dalam PPKM mikro dari Pemerintah pusat, setelah meningkatnya kasus positif COVID-19 dalam beberapa hari ini. Perlu dilakukan pelaksanaan PPKM Mikro sesuai dengan arahan dari pemerintah pusat. 

“Pekanbaru masuk dalam PPKM mikro, tentu teknis pelaksanannya ada di Kota Pekanbaru yang harus menjalankannya, sesuai arahan. Seperti diketahui di Pekanbaru beresiko tinggi peningkatan kasus, tentu harus dilakukan pengetatan pengawasan untuk PPKM mikro, agar tidak semakin tinggi kasus di Pekanbaru,” katanya. 

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan, sesuai arahan Gubernur Riau, untuk upaya pencegahan COVID-19 pihaknya bersama pengelola bandara SSK II melakukan pemeriksaan rapid antigen khusus bagi penumpang pesawat yang tiba dari pulau Jawa. 

Dijelaskan Mimi, jika hasil tes rapid antigen terdeteksi positif, selanjutnya petugas melakukan uji usap atau polymerase chain reaction (PCR) swab test, kemudian orang yang dinyatakan postif itu diisolasi di asrama haji Riau.

"Yang positif rapid antigen langsung dibawa ke asrama haji untuk menjalani isolasi mandiri, sampai hasil swab PCR keluar. Biasanya kalau hasil positif rapid antigen jarang yang negatif PCR, jadi mereka diisolasi selama 14 hari. Ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang masuknya dari daerah lain, terutama dari Jawa,” katanya.  \

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved