Breaking News:

272 Nakes di Inhil Terpapar Covid-19, Pelayanan Kesehatan Keteteran? Begini Penjelasan Kadiskes

Dinas Kesehatan Inhil kewalahan melayani masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini. Apalagi 272 nakes terpapar Covid-19, jadi jadwal pelayanan diatur

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Kepala Dinkes Inhil dr Afrizal bersama Forkopimda Inhil. Sebanyak 272 nakes di Inhil terpapar Covid-19, Kadiskes jelaskan cara siasati pelayanan kesehatan kepada masyarakat. 

“Kita melihat kondisi saja. Kadang hanya pelayanan tertentu yang kita tutup, kadang semua pelayanan dan pelayanan di alihkan ke puskesmas dan pustu terdekat,” ujarnya.

Khusus untuk pelayanan Covid-19 , ditambahkan Afrizal, nakes yang terbatas juga menjadi kendala untuk mencapai target vaksinasi sekitar 1.000 orang per hari, karena nakes juga butuh istirahat.

Afrizal mengimbau para nakes untuk tetap dan selalu mematuhi prokes dalam melayani pasien dengan menggunakan APD lengkap saat melayani pasien.

“Masyarakat juga demikian, selain menerapkan prokes juga harus mengikuti kegiatan vaksinasi yang sedang giat dilakukan pemerintah. Masyarakat harus mengerti dengan kondisi ini," pungkasnya.

Berangsur Sembuh

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Kabid Yankes) Dinkes Inhil, Mustaqim, mengatakan, kondisi saat ini memang banyak nakes yang terpapar tapi sudah berangsur sembuh.

Namun yang terbaru sebanyak 3 orang nakes di UGD Puskesmas Kempas Jaya terpapar Covid-19, Senin (5/7/2021).

Hal ini membuat UGD terpaksa ditutup selama 3 hari untuk menunggu hasil swab semua nakes yang ditracing di ruang UGD tersebut.

“Sambil menunggu swabnya. Nanti setelah 3 hari kalau pun ada (positif) tetap difungsikan aja yang ada di pelayanan. Tidak ada kita sampai tutup total seperti awal dulu, kita siasati aja bagaimana caranya supaya tetap berjalan,” ucapnya.

Menurut Mustaqim, pihaknya memaksimalkan agar fasilitas kesehatan (Faskes) tidak tutup untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat umum.

Meskipun diakuinya nakes kewalahan dalam melayani masyarakat, namun dalam melayani kesehatan masyarakat akan tetap dimaksimalkan selagi mampu.

“Jangan sampai tutup lagi karena kondisi kita butuh nakes, pelayanan dan vaksinasi. Kasian nakes memang betul betul kewalahan," ujarnya.

"Kalau kekurangan nakes memang nampak lah, nakes kita turun vaksinasi sementara pelayanan lain tetap berjalan khususnya di puskesmas,” imbuhnya.

( Tribunpekanbaru.com / T Muhammad Fadhli )

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved