Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Komisi IV DPRD Pekanbaru Dorong Pemko Bangun Sekolah Baru, Agar Bisa Tampung Lulusan SD

Pemko Pekanbaru dipastikan kewalahan, dalam menerima siswa lulusan SD, yang ingin masuk SMP Negeri tahun 2021 ini.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pemko Pekanbaru dipastikan kewalahan, dalam menerima siswa lulusan SD, yang ingin masuk SMP Negeri tahun 2021 ini.

Sebab, antara lulusan SD dengan daya tampung SMP Negeri, tidak seimbang.

Situasi ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga bagi Pemko, untuk mengatasinya ke depan.

Karena itu, Komisi IV DPRD Pekanbaru mendorong Pemko Pekanbaru, untuk membangun unit sekolah baru (USB) untuk SMP Negeri.

"Memang tahun 2021 ini, Pemko membangun 4 sekolah baru. Bahkan ada juga dibangun ruang kelas baru. Tapi ini belum bisa menampung lulusan SD, yang mau masuk SMP Negeri," tegas Anggota Komisi IV DPRD Pekanbaru Ruslan Tarigan SPd MH, Selasa (6/7/2021) kepada Tribunpekanbaru.com.

Seperti diketahui, data yang diperoleh dari Disdik Pekanbaru, jumlah lulusan SD sederajat di Kota Pekanbaru tahun 2021 ini, berkisar 22 ribu orang. Mereka tidak hanya dari SD Negeri.

Namun juga dari SD Negeri, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) dan MI swasta.

Mereka bakal melanjutkan ke tingkat SMP tahun 2021 ini. Jumlah tersebut tidak sebanding dengan daya tampung SMP Negeri di Kota Pekanbaru. Daya tampung SMP Negeri tahun ini hanya 9.120 orang yang ada di 45 sekolah.

Jumlah ini kurang dari setengah lulusan SD di Kota Pekanbaru tahun 2021. Ada 12.880 orang yang kemungkinan tidak tertampung di SMP Negeri.

''Jadi ini jangan dianggap main-main. Pembangunan USB sangat Penting. Meski Pemko menyarankan warga yang tak tertampung agar masuk sekolah swasta, itu takkan mempan. Apalagi di masa pandemi ini, biaya sekolah sulit,'' sebut Politisi PDI-P ini.

Komisi IV DPRD selaku mitra kerja di bidang pembangunan infrastruktur, sangat mendukung, bila anggaran pendidikan ini besar dan sesuai dengan amanat UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yakni 20 persen dari nilai APBD.

"Kondisi sulit sekarang ini menjadi bukti sahih, betapa masyarakat perlu dibantu lewat pendidikan ini. Apalagi ini amanat UU. Maka dari itu, ke depan, kita dorong agar anggaran pembangunan USB, lebih banyak lagi. Jangan lagi nanti setiap tahun ini saja masalahnya," kata Politisi senior ini.

Jika perlu tahun 2022 nanti, lanjut Ruslan, Pemko bisa bangun 10 unit USB lagi.

"Saya rasa, semua kita sepakat, karena demi anak cucu kita ke depan, agar mengenyam pendidikan," pintanya. (Tribunpekanbaru.com/Syafruddin Mirohi).  
 

-

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved