Breaking News:

Vaksin Palsu Beredar, 2.500 Warga Vaksinasi Massal Disuntik Air Garam, Oknum Dokter Terlibat

Untuk meyakinkan para korbannya, para pelaku menggunakan sertifikat palsu yang dikeluarkan dari salah satu rumah sakit.

Editor: Guruh Budi Wibowo
Fred TANNEAU / AFP
ILUSTRASI 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Ribuan warga menjadi korban vaksin palsu di India. Alih-alih mendapatkan vaksin untuk mencegah penularan Covid-19, 2.500 warga India yang mengikuti vaksinasi massal malah disuntik air garam. 

Dalam menjalankan kejahatannya tersebut para pelaku mengutip biaya vaksinasi.

Untuk meyakinkan para korbannya, para pelaku menggunakan sertifikat palsu yang dikeluarkan dari salah satu rumah sakit.

Melansir CNN, pihak berwenang mengungkapkan kini dokter dan pekerja medis yang terlibat dalam aksi tersebut telah ditahan.

"Setidaknya 12 drive vaksinasi palsu diadakan di dekat pusat keuangan Mumbai, negara bagian Maharashtra," kata Vishal Thakur, seorang pejabat senior departemen kepolisian Mumbai.

"Mereka menggunakan air asin (garam) dan menyuntikkannya," kata Thakur.

Thakur menambahkan, diperkirakan ada 2.500 orang telah menerima suntikan vaksin corona palsu tersebut.

Penyelenggara membebankan biaya kepada korban untuk vaksinasi dan menghasilkan total hingga 28.000 dolar AS.

"Kami telah menangkap dokter. Mereka menggunakan rumah sakit yang memproduksi sertifikat palsu, vial, jarum suntik," katanya

Sejauh ini, 14 orang telah ditangkap karena dicurigai melakukan kecurangan, percobaan pembunuhan, konspirasi kriminal, dan tuduhan lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved