Breaking News:

Hari Ketiga Pemilik TORA Senama Nenek Kampar Duduki Lahan, Hampir 2 Tahun Tak Tahu Letak Lahan

Sudah memasuki tiga hari pemilik TORA Senama Nenek Kampar menduduki lahan, Kamis.

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Ariestia
Istimewa
Sudah memasuki tiga hari pemilik TORA Senama Nenek Kampar menduduki lahan, Kamis (8/7/2021). FOTO: Seratusan pemilik TORA Senama Nenek, anggota Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES) unjuk rasa di lahan mereka, Selasa (6/7/2021). Pengunjuk rasa menghadang truk pengangkut hasil panen. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Sudah memasuki tiga hari pemilik TORA Senama Nenek Kampar menduduki lahan.

Aksi turun ke areal Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu sudah memasuki hari ketiga, Kamis (8/7/2021).

Massa yang terdiri dari pemilik TORA dan otomatis menjadi anggota Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES), kecewa dengan nilai bagi hasil.

KNES yang mengelola lahan TORA dituding tidak transparan karena bagi hasil diterima sangat minim selama 18 bulan.

Terhitung sejak KNES resmi ditunjuk mengelola TORA sebanyak 1.835 persil tersebut.

Tudingan tersebut dibantah Ketua KNES, Alwi Arifin. Ia mengaku tidak semua areal kebun dapat dipanen.

Selain itu, koperasi juga harus membayar hutang. Tetapi ia tidak memerinci nilai hutang dan pihak berpiutang.

Aksi ini mengungkap bahwa, sebenarnya masyarakat penerima TORA tidak mengetahui lokasi lahannya.

Padahal telah diserahkan secara resmi pada akhir 2019. Sertipikat tanah diterima, tetapi mereka tidak tahu lokasinya.

Ini juga dikemukakan oleh Humas KNES, M. Arif.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved