Breaking News:

DPRD Pekanbaru

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Kecewa Penerapan Sistem Zonasi Rugikan Warga Miskin, Apa Gunanya?

Sistem zonasi dalam Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) yang kini diterapkan, ternyata tidak berpihak kepada beberapa warga miskin.

Penulis: Syafruddin Mirohi | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
FOTO ILUSTRASI - Sejumlah orang tua dan calon peserta didik saat melihat informasi mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) (28/6/2021). (www.tribunpekanbaru.com/Doddy Vladimir). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Sistem zonasi dalam Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) yang kini diterapkan, ternyata tidak berpihak kepada beberapa warga miskin.

Terutama di Kota Pekanbaru.

Beberapa warga mengadukan ikhwal ini ke DPRD Pekanbaru, karena anaknya yang berprestasi, tidak diterima, karena kalah dengan sistem zonasi.

Wakil Ketua DPRD Pekanbaru Ir Nofrizal MM merespon keras persoalan ini.

Katanya, gara-gara sistem zonasi ini  yang dihitung bukan nilai lagi.

Namun jarak dari rumah peserta ke sekolah.

"Ini kan ironis, karena ada warga miskin yang tinggal di jalur zonasi, tetap saja tidak bisa diterima, walaupun nilainya tinggi. Jika seperti ini, sama saja sistem zonasi tidak berpihak kepada nilai-nilai pendidikan, tapi lebih kepada nasib lagi," sebut Nofrizal kecewa, saat berbincang kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (9/7/2021).

Lebih lanjut disampaikan Politisi senior PAN ini, bahwa jika PPDB sudah dibagi zona, tentu penyisihannya berdasarkan kualitas dari calon peserta didik tersebut. Sebagai contoh, untuk jalur afirmasi, yang dikhususkan untuk warga miskin.

Ternyata penghitungannya juga tetap jauh dekat tempat tinggal calon peserta didik. Nofrizal lalu mengibaratkan ketika turnamen sepakbola, dibagi zona berdasarkan tempat.

Tapi setelah dibagi zona, tentunya seleksinya berdasarkan kualitas dengan diadu tim yang berada di zona tersebut.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved