Breaking News:

Rambut dan Kulit Kepala Bocah di Inhil Lepas Tertarik Mesin Pompong, Bupati Turun Tangan

Sangat miris apa yang menimpa bocah di Inhil, Ega (6), rambutnya terlilit mesin pompong (alat transportasi sungai) hingga kulit kepalanya mengelupas.

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Ariestia
Ist
Sangat miris apa yang menimpa bocah di Inhil, Ega (6), rambutnya terlilit mesin pompong (alat transportasi sungai) hingga kulit kepalanya mengelupas. Ega menjalani perawatan di Ruang Bedah Flamboyan RSUD Puri Husada Tembilahan. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Sangat miris apa yang menimpa bocah di Inhil, Ega (6), rambutnya terlilit mesin pompong (alat transportasi sungai) hingga kulit kepalanya mengelupas.

Peristiwa ini membuat Ega harus dirawat di Ruang Bedah Flamboyan RSUD Puri Husada Tembilahan.

Namun Ega tidak memiliki kartu jaminan sosial, seperti Kartu BPJS Kesehatan yang mengharuskan biaya perawatan ditanggung secara mandiri oleh pihak keluarga.

Meskipun begitu, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan yang mengetahui peristiwa ini telah meminta pihak RSUD Puri Husada Tembilahan memberikan pelayanan optimal kepada Ega.

Bupati juga meminta Dinas Sosial untuk segera membantu pengurusan BPJS korban, serta mengintruksikan kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Inhil untuk ikut membantu kebutuhan biaya pengobatan Ega yang kini tengah dirawat oleh sang Ibu.

“Hati saya terasa sangat sedih ketika mendengar berita ini dan sudah sepatutnya kami hadir untuk memberikan bantuan, agar rasa sakit yang diderita oleh Ananda Ega dapat segera reda,” ungkap Bupati, Sabtu (10/7/21) malam.

Tidak hanya BPJS dan pengobatan korban, menurut Bupati Wardan, biaya keluarga yang mendampingi selama masa perawatan juga akan dibantu melalui Baznas Inhil.

“Korban dan keluarganya masuk dalam Asnaf yang berhak menerima zakat. Ini lah yang bisa kami lakukan untuk Ananda Ega. Semoga Ananda dapat segera diberikan kesembuhan dan pihak keluarga dapat senantiasa bersabar menghadapi ujian ini,” harap Bupati.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat terutama pemilik pompong agar memperhatikan keamanan dan keselamatan penumpang.

“Kita berharap kepada semua pihak untuk memperhatikan desain keamanan mesin pompong agar kasus serupa tidak berulang lagi, miris hati kita melihat anak anak yang menjadi korban,” ujar Bupati

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved