Breaking News:

Kepulauan Meranti

Belajar Tatap Muka di Kepulauan Meranti Diberlakukan, Sekolah Terapkan Sejumlah Aturan Ketat

Proses belajar di SMPN Negri 1 Tebingtinggimenerapkan protokol kesehatan Covid-19. Baik murid maupun guru menggunakan masker saat proses belajar.

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: CandraDani
Tribunpekanbaru.com/Teddy
Pembelajaran tatap muka di SMP N 1 Tebingtinggi, Selatpanjang Senin (12/7/2021). 

Oleha karena itu Alfian mengatakan pihak sekolah juga memberlakukan sift belajar sebanyak 3 kali sehari, mulai pukul 07.30-15.00 WIB.

"Sift pertama 7.30, soft kedua 10.00 dan sift ke tiga 13.00. Kami juga sarankan saat pergantian sift orang tua menghadirkan murid 15 menit sebelum masuk, agar murid yang keluar dan mau masuk tidak berkerumun," tuturnya.

Hal lainnya yang paling diawasi pihak sekolah dikatakan Alfian adalah perilaku anak yang sering membuka masker. "Jadi peran guru dan kesadaran anak kemudian peran orangtua menyampaikan bahwa selama di kelas tidak boleh membuka masker," terangnya.

Pihak sekolah juga tetap membuka ruang pendapat bagi orang tua yang mungkin masih merasa keberatan dengan belajar tatap muka yang diberlakukan saat ini.

"Sampai saat ini keberatan dari orangtua itu belum ada, tapi kami mempersilahkan kepada orang tua kalau masih keberatan untuk tatap muka terbatas ini tidak mengikuti tatap muka. Itu nanti pembelajarannya bisa kita konsultasikan ke guru mata pelajaran." Pungkasnya.

Sebelumnya Kabid Pendidikan Dasar, Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafrizal mengatakan pembelajaran tatap muka harus dilaksanakan dengan memastikan satuan pendidikan dalam keadaan aman terhadap penyebaran virus Corona atau Covid-19 dengan membersihkan seluruh sarana dan prasarana secara rutin minimal 2 kali sehari disaat sebelum proses belajar mengajar dan setelah proses belajar mengajar berakhir. 

"Dasar kebijakan, selain SK tiga menteri itu sebagai panduan penyelenggaraan pembelajaran masa pandemi, tetap hasil rapat kita bersama satgas Covid-19 beberapa hari yang lalu. Pertimbangan lain pastinya jumlah kasus di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak begitu parah," ungkapnya Minggu (11/7/2021).

Walaupun demikian, proses pembelajaran tatap muka tetap mengedepankan dan wajib dilakukan dengan Protokol Kesehatan (Prokes). Pada dasarnya yang berperan aktif memantau itu adalah satuan pendidikan masing-masing. 

"Pihak satuan pendidikan harus menerapkan Prokes seperti dengan menyediakan peralatan seperti masker, handsanitizer pembasmi kuman (disinfektan), sabun pembersih, alat pengukur suhu tubuh, alat penyemprotan, serta menyiapkan wastafel di setiap kelas. Kemudian pihak satuan pendidikan perlu mengatur proses pengantaran dan penjemputan peserta didik untuk menghindari dari kerumunan warga satuan pendidikan saat mulai dan selesai proses belajar mengajar," ungkapnya. 

Selain itu kata Syafrizal, untuk pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik wajib menggunakan masker karena pembeIajaran tatap muka antara peserta didik dan pendidik secara terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved