Breaking News:

Petani di Inhil Terancam Penjara Maksimal 20 Tahun, Kerap Transaksi Sabu hingga Resahkan Warga

Kerap transaksi sabu hingga resahkan warga, petani di Inhil, Riau ditangkap polisi. Terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun

Penulis: T. Muhammad Fadhli | Editor: Nurul Qomariah
istimewa
Terduga pelaku penyalahgunaan narkoba beserta barang bukti diamankan di Mapolres Inhil.Tersangka yang berprofesi petani ini terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN HULU - Kerap transaksi sabu hingga resahkan warga, petani di Indragiri Hilir (Inhil), Riau ditangkap polisi. Terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

Satuan Narkoba Polres Inhil berhasil mengamankan seorang pria terduga pelaku tindak pidana narkotika jenis sabu inisial RU (38).

RU diamankan di Jalan Ahmad Yani Parit 9 Kelurahan Tembilahan Hulu, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Inhil, riau.

Warga Tembilahan Hulu yang berprofesi sebagai petani ini diamankan bersama 2 paket sabu yang dibungkus plastik bening dengan berat kotor sabu 0.54 gram.

Kapolres Inhil AKBP Dian Setyawan melalui Paur Humas Ipda Esra SH menuturkan, pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat.

Informasi menyebutkan ada seorang laki-laki sering melakukan transaksi narkotika di Jalan Ahmad Yani.

Informasi tersebut disampaikan kepada KBO sat Res Narkoba Polres Inhil Iptu Hendri J.

Setelah dilakukan penyelidikan, anggota Sat Res Narkoba langsung melakukan penangkapan dan pengamanan terhadap RU, Sabtu (10/7/2021) sekitar pukul 19.50 WIB.

Setelah terduga pelaku diamankan, anggota Sat Res Narkoba Polres Inhil memanggil RT dan warga setempat untuk dijadikan sebagai saksi.

“Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 2 paket narkotika yang di duga jenis sabu di atas tempat tidur dalam kamar pelaku,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil interogasi kepada pelaku, sabu tersebut didapatkan dari seseorang yang diduga berinisial IJ yang saat ini masih dalam lidik.

“RU beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Inhil guna proses penyidikan lebih lanjut," ujar Ipda Esra.

Dilanjutkannya, pelaku bakal dijerat dengan pasal 114 Jo 112 UU RI No. 35 / 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

( Tribunpekanbaru.com / T Muhammad Fadhli )

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved