Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Belajar Tatap Muka di Kepulauan Meranti Diberlakukan, Sekolah Terapkan Sejumlah Aturan Ketat

Pembelajaran tatap muka di sekolah untuk tingkat PAUD, SD, hingga SMP sederajat di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai kembali diberlakukan hari ini

Penulis: Teddy Tarigan | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, MERANTI - Pembelajaran tatap muka di sekolah untuk tingkat PAUD, SD, hingga SMP sederajat di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai kembali diberlakukan hari ini Senin (12/7/2021).

Pantauan Tribun di salah satu sekolah yaitu SMPN Negri 1 Tebingtinggi, Selatpanjang proses belajar sudah dimulai sejak pukul 07.30 pagi.

Tampak di sekolah proses belajar menerapkan sejumlah protokol kesehatan Covid-19, diantaranya murid maupun guru menggunakan masker saat proses belajar. Selain itu kelas hanya bisa diisi oleh setengah dari jumlah kapasitas kelas.

Selain itu bagi murid yang hadir ke sekolah harus melalui pemeriksaan suhu tubuh. Apabila suhu tubuh berada di atas 37°C maka murid tidak diperbolehkan masuk ke dalam kelas dan dilakukan pemeriksaan lanjutan.

Kepala sekolah SMP N 1 Tebingtinggi Alfian Husin saat ditemui di sekolah mengatakan sebelumnya pihak sekolah juga telah menyampaikan kepada orang tua atau wali murid agar mempersiapkan dan memberikan arahan kepada anak-anak mereka terhadap sejumlah aturan yang harus dipatuhi selama proses belajar tatap muka.

Orang tua juga diminta agar tidak memberangkatkan anaknya ke sekolah bila dalam kondisi yang tidak sehat.

"Kepada orang tua juga kami larang untuk pergi ke sekolah, jadi tetap di rumah kemudian hubungi wali kelasnya, dan wali kelasnya akan memberikan materi pembelajaran yang diberikan hari tersebut," ungkap Alfian.

Dikatakan Alfian setiap kelas juga hanya diisi oleh 13-15 orang siswa setiap belajar tatap muka, dimana jumlah tersebut setengah dari kapasitas kelas dari jumlah normal sekitar 32 siswa.

Oleha karena itu Alfian mengatakan pihak sekolah juga memberlakukan sift belajar sebanyak 3 kali sehari, mulai pukul 07.30-15.00 WIB.

"Sift pertama 7.30, soft kedua 10.00 dan sift ke tiga 13.00. Kami juga sarankan saat pergantian sift orang tua menghadirkan murid 15 menit sebelum masuk, agar murid yang keluar dan mau masuk tidak berkerumun," tuturnya.

Hal lainnya yang paling diawasi pihak sekolah dikatakan Alfian adalah perilaku anak yang sering membuka masker. "Jadi peran guru dan kesadaran anak kemudian peran orangtua menyampaikan bahwa selama di kelas tidak boleh membuka masker," terangnya.

Pihak sekolah juga tetap membuka ruang pendapat bagi orang tua yang mungkin masih merasa keberatan dengan belajar tatap muka yang diberlakukan saat ini.

"Sampai saat ini keberatan dari orangtua itu belum ada, tapi kami mempersilahkan kepada orang tua kalau masih keberatan untuk tatap muka terbatas ini tidak mengikuti tatap muka. Itu nanti pembelajarannya bisa kita konsultasikan ke guru mata pelajaran." Pungkasnya.

Sebelumnya Kabid Pendidikan Dasar, Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti, Syafrizal mengatakan pembelajaran tatap muka harus dilaksanakan dengan memastikan satuan pendidikan dalam keadaan aman terhadap penyebaran virus Corona atau Covid-19 dengan membersihkan seluruh sarana dan prasarana secara rutin minimal 2 kali sehari disaat sebelum proses belajar mengajar dan setelah proses belajar mengajar berakhir.

"Dasar kebijakan, selain SK tiga menteri itu sebagai panduan penyelenggaraan pembelajaran masa pandemi, tetap hasil rapat kita bersama satgas Covid-19 beberapa hari yang lalu. Pertimbangan lain pastinya jumlah kasus di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak begitu parah," ungkapnya Minggu (11/7/2021).

Walaupun demikian, proses pembelajaran tatap muka tetap mengedepankan dan wajib dilakukan dengan Protokol Kesehatan (Prokes). Pada dasarnya yang berperan aktif memantau itu adalah satuan pendidikan masing-masing. (tribunpekanbaru.com/ Teddy Tarigan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved