Breaking News:

Info Pungutan Jual Beli TORA Senama Nenek, Inspektorat Kampar Tunggu Laporan dari Camat Tapung Hulu

Inspektorat Kampar menindaklanjuti informasi terkait dugaan penyimpangan Kepala Desa Senama Nenek

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
Istimewa
Pemilik TORA Senama Nenek, anggota Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES) unjuk rasa di lahan mereka, Selasa (6/7/2021). Sementara itu Inspektorat Kampar tunggu laporan dari Camat Tapung Hulu. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Inspektorat Kabupaten Kampar telah menindaklanjuti informasi terkait dugaan penyimpangan Kepala Desa Senama Nenek Kecamatan Tapung Hulu dalam jual beli Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang diberikan Presiden RI.

Kepala Inspektorat Kampar, Febrinaldi Tridarmawan mengaku belum menentukan sikap terhadap kepala desa.

Inspektorat masih menunggu laporan dari Camat Tapung Hulu.

"Saya sudah meminta laporan hasil fasilitasi pembinaan Camat Tapung Hulu. Tadi juga saya tanyakan supaya secepatnya dilaporkan," ungkapnya, Senin (12/7/2021).

Sebelumnya Febri dimintai tanggapan soal pengakuan penjual TORA Senama Nenek yang menyetorkan masing-masing Rp 5 juta kepada kepala desa dan Ketua Koperasi Nenek Eno Senama Nenek (KNES) untuk setiap transaksi jual beli.

KNES adalah pengelola TORA sebanyak 1385 persil. Ia langsung meminta camat menelusuri informasi tersebut.

Kepada Tribunpekanbaru.com Febri menjelaskan, pembinaan dilakukan secara berjenjang.

Camat mesti mengumpulkan bukti dan meminta klatifikasi dari Kepala Desa sebagai bagian dari pembinaan berjenjang tersebut.

Lalu camat melaporkan hasil kerjanya ke kepala daerah melalui Inspektorat.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kampar ini tidak memberi batas waktu kepada camat. "Saya minta secepatnyalah," ujarnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved