Breaking News:

Ingat, Jangan Sebar Hoaks Covid-19, Ancamannya Penjara 6 Tahun dan Denda Rp 1 Miliar

Waspada jangan sampai jadi pelaku penyebar hoaks Covid-19, sebab ancamannya penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Penulis: Rizky Armanda | Editor: Ariestia
Net
Ilustrasi - Waspada jangan sampai jadi pelaku penyebar hoaks Covid-19, sebab ancamannya penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Waspada jangan sampai jadi pelaku penyebar hoaks Covid-19, sebab ancamannya penjara 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Aparat kepolisian di Riau, mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi pelaku penyebar berita hoaks atau bohong tentang Covid-19.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto mengungkapkan, pelaku penyebar hoax bisa diancam hukuman pidana penjara hingga denda miliaran rupiah.

Dimana jika merujuk UU ITE Pasal 45A ayat (1) dikatakan, setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, dipidana dengan pidana penjara 6 tahun dan denda maksimal Rp1miliar.

"Sesuai UU ITE itu pelakunya bisa dihukum pidana penjara dan denda. Maka kami imbau agar tidak menyebarkan berita hoax Covid-19 yang bisa membuat gaduh dan resah masyarakat," kata Sunarto, Selasa (13/7/2021).

Ia memaparkan, kepolisian sudah menangani sejumlah kasus hoax ini. Pelakunya juga sudah diamankan.

Seperti misalnya yang terjadi di Dumai pada Maret 2020 lalu. Pelakunya adalah seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial L. Kasusnya ditangani Polres Dumai.

Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia termasuk di Riau, mulai bermunculan informasi dan berita bohong yang disebarkan melalui media sosial.

Bahkan dari catatan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, pelaku penyebar hoaks tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa. Tapi ada juga yang berasal dari tenaga kesehatan.

"Informasi hoaks itu berkembang dengan cepat ditengah masyarakat lewat media sosial, baik itu yang disampaikan masyarakat awam, bahkan ada juga yang dilakukan oleh petugas kesehatan yang tidak bertanggung jawab," kata Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, Selasa (13/7/2021).

Pihaknya menyayangkan karena hingga saat ini masih ada informasi hoax terkait Covid-19 yang beredar di kalangan masyarakat. Padahal Pandemi Covid-19 sudah berlangsung sudah lebih dua tahun dan menyebabkan banyak korban jiwa.

Indra Yovi mengatakan, berdasarkan data dari Kementerian Komunikasi dan Informasi yang dirilis oleh Diskominfo Riau di Indonesia tercatat total berita hoaks hingga 12 Juli 2021 kemarin sudah mencapai sebanyak 3.777 hoaks.

Informasi hoax yang beredar ke masyarakat itu lewat media sosial, baik itu Facebook, Instagram, Twitter, dan YouTube. (Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Berita Riau

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved