Breaking News:

Polemik Insentif Belum Kelar, Rumor Pungutan Perekrutan Guru MDA di Kampar Menyeruak

Belum selesai isu polemik insentif, kini beredar kabar ada pungutan dalam perekrutan MDA di Kampar

Penulis: Fernando Sihombing | Editor: Nurul Qomariah
foto/net
Ilustrasi. Polemik insentif belum kelar, beredar kabar ada pungutan perekrutan Guru MDA di Kampar Riau. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, BANGKINANG - Polemik pembayaran insentif Guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) di Kampar diterpa isu miring. Belum selesai isu polemik, kini beredar kabar ada pungutan dalam perekrutan MDA.

Sebuah sumber terpercaya tribunpekanbaru.com mengungkap informasi ini menyeruak dalam rapat antara Kementerian Agama Kabupaten Kampar dan Pemerintah Kabupaten Kampar dengan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) representasi Guru MDA.

"Awalnya rapat membahas insentif, jadi melebar ke pungutan-pungutan. Ada yang bayar 1 juta masuk Guru MDA," ungkap sumber, Selasa (13/7/2021). Hal ini diungkap oleh Kemenag dalam rapat itu.

Menurut sumber, hal ini membuat jumlah Guru MDA membengkak. Sehingga anggaran yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten Kampar tidak cukup.

Sumber mengemukakan, terjadi perdebatan sengit antara FKDT dengan Kemenag soal jumlah Guru MDA dalam rapat itu. FKDT menyampaikan usulan lebih banyak daripada data pada Kemenag.

Insentif Guru MDA tidak dibayar selama lima bulan. Sesuai alokasi, insentif Guru MDA hanya Rp. 500.000 per bulan.

Kepala Kemenag Kampar, Alfian tidak menampik informasi tentang pungutan tersebut. Tetapi ia belum bersedia memberi penjelasan lebih jauh.

"Besok aja datang ke kantor ya, pak," katanya singkat saat dihubungi Tribunpekanbaru.com, Selasa sore.

Sekretaris FKDT Kampar, Zulfahmi ketika dikonfirmasi balik melayangkan kekesalannya kepada Kemenag.

Ia merasa pengurus FKDT sekarang diseret dalam pusaran dugaan pungutan dalam perekrutan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved