Breaking News:

Barangnya Langka dan Mahal, Sopir Ini Nekat Selundupkan Ratusan Prosesor Senilai Rp 1,8 M

Pengemudi truk di Macau ini tertangkap basah berupaya menyelundupkan 256 unit prosesor (CPU) merek Intel senilai sekitar Rp 1,8 M di dada dan betisnya

Editor: CandraDani
HKEPC.com
Ilustrasi sejumlah CPU selundupan yang ditempelkan di kedua betis sopir truk di Hong Kong. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Kelangkaan komponen chipset untuk gadget dan komputer yang belakangan tengah melanda dunia memicu sejumlah orang untuk melakukan tindakan kriminal.

Pada pertengahan Juni lalu, seorang pengemudi truk tertangkap basah di jembatan Hong Kong-Zhuhai-Macau oleh pihak bea cukai setempat lantaran berupaya menyelundupkan 256 unit prosesor (CPU) merek Intel.

Truk yang ia kendarai sebenarnya tidak membawa ratusan CPU tersebut, namun CPU selundupan itu ditempelkan di sekujur tubuh si sopir, seperti di dada dan di kedua betis kaki.

Adapun prosesor yang hendak diselundupkan berjenis Intel Core i7-10700 dan Core i9-10900K.

Nilai banderol totalnya ditaksir mencapai 800.000 yuan atau sekitar Rp 1,8 miliar.

Sepuluh hari setelah kasus tersebut, tepatnya 26 Juni lalu, pihak bea cukai kembali memergoki oknum yang ingin menyelundupkan sekitar 52 unit CPU bermerek Intel di area yang sama.

Namun, alih-alih ditempelkan di badan, puluhan CPU tersebut ketahuan disimpan di antara kursi sopir dan penumpang.

Tak berhenti sampai di situ, kasus penyelundupan kembali terjadi pada 5 Juli lalu di Lok Ma Chau Control Point yang terletak di perbatasan antara mainland China dan Hong Kong. 

Kala itu, petugas menemukan sekitar 2.200 unit CPU, 1.000 keping RAM, 630 unit smartphone, dan 70 buah produk kecantikan dalam sebuah truk. 

Untuk mengelabui pihak bea cukai, sang sopir menyembunyikan seluruh barang tersebut di antara tumpukan barang elektronik.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved