Breaking News:

Teliti Limbah Kulit Duku Jadi Pembasmi Nyamuk, Empat Mahasiswa UIR Ikut PKM-K

Empat mahasiswa UIR ikut PKM-K dengan penelitian limbah kulit duku jadi pembasmi nyamuk.

Penulis: Ikhwanul Rubby | Editor: Ariestia
Istimewa
Empat mahasiswa UIR ikut PKM-K dengan penelitian limbah kulit duku jadi pembasmi nyamuk. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Empat mahasiswa UIR ikut PKM-K dengan penelitian limbah kulit duku jadi pembasmi nyamuk. 

Limbah kulit duku kerap kali jadi limbah yang hanya sekedar dan dibuang, padahal limbah ini mampu disulap jadi bahan yang berguna, yakni obat pembasmi nyamuk

Belum banyak masyarakat yang mengetahui bahwa kulit duku mengandung senyawa yang bisa mempengaruhi nyamuk hingga mati.

Empat mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) yakni Nurmaliza sebagai ketua serta 3 orang anggota lainnya Intan Sari Portuna, Jamila Sari, dan Khansa Zalikha Nugraha yang berasal dari jurusan Pendidikan Matematika mempelopori meraih Pendanaan Hibah dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) dengan proposal mereka Produk Anti Nyamuk dari Kulit Duku.

Empat mahasiswa UIR ikut PKM-K dengan penelitian limbah kulit duku jadi pembasmi nyamuk.
Empat mahasiswa UIR ikut PKM-K dengan penelitian limbah kulit duku jadi pembasmi nyamuk. (Istimewa)

Empat mahasiswa ini didampingi oleh dosen Pendidikan Matematika, Universitas Islam Riau, Sari Herlina, M.Pd dalam upaya memperoleh pendanaan hibah ini.

Ketua Tim, Nurmaliza, Rabu (14/7) mengatakan belum banyak masyarakat yang mengetahui bahwa kulit duku mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan triterpen dimana efek kandungan tersebut dapat mempengaruhi saraf pada nyamuk dan akibat yang ditimbulkan adalah nyamuk mengalami kelabilan dan akhirnya mati.

"Di Kota Pekanbaru, komoditas duku termasuk komoditas yang banyak diminati masyarakat Pekanbaru. Pada saat masuk musim duku, akan berdampak pada banyaknya limbah kulit duku yang berserakan. Kondisi ini tentu berpotensi menyebabkan pencemaran lingkungan," jelasnya.

Ia menuturkan banyak masyarakat yang belum mengetahui manfaat dari kulit duku ditambah kondisi wilayah Kota Pekanbaru yang beriklim tropis, menyebabkan pada musim hujan lingkungan menjadi lebih kotor karena kelembaban udara meningkat dan juga terdapat banyak genangan air yang tanpa disadari akan ada ancaman yang datang yaitu nyamuk.

"Berlatar belakang inilah tim menyusun proposal untuk ikut dalam program Pendanaan Hibah dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K)," jelasnya.

Nurmaliza mengatakan setelah dinyatakan lolos pendanaan, selanjutnya tim melaksanakan kegiatan yang telah dirancang pada proposal yang nantinya kinerja tim akan dinilai pada saat PKP2.

Selain untuk menumbuhkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam menghasilkan komoditas unik serta merintis kewirausahaan yang berorientasi pada profit, pelaksanaan PKM memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk saling berkompetisi di PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional).

Hal tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas informasi dan relasi.

Pelaksanaan PKM Tahun 2021 berlangsung dari 1 Juni - 20 September 2021.

Selama masa tersebut, tim menyusun rencana dan strategi kegiatan mulai dari membuat catatan harian, penyusunan laporan kegiatan dan melakukan promosi.

"Sekarang ini, tim rutin melakukan koordinasi antar anggota dan pendamping agar pelaksanaan program sesuai tujuan yang ingin dicapai dan bisa diikutsertakan di Pekan Ilmiah Nasional," ucapnya. (Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby)

Berita Riau lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved