Breaking News:

Video Berita

VIDEO: Polisi Ungkap kasus Penculikan Bermotif Penagihan Utang di Bengkalis

Saat korban dijemput lima orang tidak dikenal ini, istri korban bernama Yesi Corolina melihat langsung kejadiannya. Kelima pelaku ini membawa Badrul

Penulis: Muhammad Natsir | Editor: David Tobing

TRIBUNPEKANBARU.COM, BENGKALIS - Jajaran Polres Bengkalis berhasil mengungkap penculikan dengan motif penagihan utang di Bathin Solapan wilayah hukum Polsek Mandau. Penculikan dilakukan oleh komplotan debt collector atau penagih utang bayaran sebanyak lima orang.

Petugas Polsek Mandau dalam waktu tiga hari berhasil meringkus dua dari lima orang eksekutor penculikan tersebut. Selain doa orang tersebut otak pelaku dan pemeta rumah korban yang yang diculik juga berhasil diamankan.

"Ada empat orang yang kita amankan pelaku penculikan orang di Bathin Solapan kemarin. Diantaranya Benget Pasaribu, Muhammad Iqbal, Silviani Sianipar dan Julis Junjung Sialomo," terang Kapolres Bengkalis AKBP Hendra Gunawan saat ekpos di halaman Mapolres Bengkalis, Rabu (14/7) pagi.

Menurut Kapolres upaya penculikan dilakukan pelaku pada, Kamis (8/7) malam sekitar pukul 20.00 WIB malam. Penculikan dilakukan oleh lima orang tidak dikenal di rumah korbannya Badrul Munir di Desa Sebangar Kecamatan Bathin Solapan.

"Saat korban dijemput lima orang tidak dikenal ini, istri korban bernama Yesi Corolina melihat langsung kejadiannya. Kelima pelaku ini membawa Badrul dengan menodongkan dua pistol diduga senjata api kepada istri korban," terang Hendra Gunawan.

Setelah dibawa pergi oleh lima orang tersebut, istri korban langsung membuat laporan polisi ke Mapolsek Mandau. Saat menerima laporan Kapolsek Mandau memerintahkan unit Reskrimnya untuk melakukan penyelidikan.

"Penyelidikan awal dengan mengolah TKP serta keterangan korban dilakukan Unit Reskrim Polsek Mandau yang dipimpin langsung Kanit Reskirm Polsek Mandau AKP Firman Fadillah," sambung Kapolres.

Setelah mendapatkan sejumlah keterangan, tim di lapangan akhirnya mendapatkan identitas pelaku, yakni kelompok Benet Pasaribu. Petugas kemudian melakukan pelacakan keberadaan mereka.

"Awalnya anggota kita di lapangan menerima informasi keberadaan para pelaku ini di Rohil. Petugas kita langsung melakukan pelacakan namun ternyata informasi ini tidak benar," kata Kapolres.

Setelah melakukan penyelidikan selama dua hari petugas akhirnya berhasil mengetahui keberadaan pelaku pada Minggu (10/7) malam. Pelaku diduga saat itu berada di sebuah rumah di kabupaten kampar, tepatnya di Kecamatan Tapung Hulu.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved