Breaking News:

Video Berita

Viral Video Meniup Cairan Antiseptik Lewat Sedotan Untuk Membuang Udara Kotor dari Paru-paru

Dirinya sembari melampirkan sebuah video yang menunjukkan seseorang meniup udara ke gelas melalui sedotan yang diisi air ditambah cairan antiseptik

Editor: didik ahmadi

TRIBUNPEKANBARU.COM-- Sebuah video mengenai membuang udara kotor dari paru-paru ke dalam gelas yang diberi cairan antiseptik viral di media sosial TikTok.

Postingan tersebut salah satunya diunggah oleh akun TikTok @ratih martasari. "Gunanya untuk ngebuang udara kotor di paru-paru.

"Air+betadine Tarik nafas & buang dari mulut sampai rasa udara di paru-paru hampir kosong," tulisnya.

Dirinya sembari melampirkan sebuah video yang menunjukkan seseorang meniup udara ke gelas melalui sedotan yang diisi air ditambah cairan antiseptik.

Ia menyertakan caption "Berjuang negatif #pejuangcovid19"

Berjuang Negatif #pejuangcovid19 #covid19 ? Monkeys Spinning Monkeys - Kevin MacLeod

Lantas benarkah cara demikian bisa dilakukan bagi orang yang tengah positif Covid-19?

Dokter Spesialis Paru dan Konsultan Onkologi di RSUD dr. Pirngadi Medan Moh Ramadhani menjelaskan, cara sebagaimana terlihat dalam video yang viral tersebut tak akan memberikan manfaat apa pun.

"Tidak benar bikin paru bersih," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (8/7/2021). Pihaknya mengatakan, jika paru sudah terlanjur rusak maka hal yang bisa dilakukan adalah dengan minum antibiotik.

Menurutnya, tidak ada manfaat dalam hal melakukan kegiatan demikian selain hanya akan menimbulkan gelembung di dalam air.

Saat dimintai pendapat bagaimana sebaiknya jika ada pasien positif, sesak napas, dan ingin melonggarkan pernapasannya, maka yang bisa dilakukan menurutnya adalah melakukan prone position.

Prone position dilakukan 3 kali dalam sehari selama 3 sampai lima menit.

“Prone position adalah cara yang benar untuk pasien covid ada guide lines-nya, bukan tiup-tiup air Betadine,” katanya lagi.

Bisa berbahaya

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Tonang Dwi Ardyanto mengatakan, hal demikian sebaiknya tidak dilakukan.

Jika mengembuskan seluruh napas, maka hal itu, imbuhnya justru bisa berbahaya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved